Terkini.id,Makassar – Aston Makassar Hotel & Convention Center kembali menghadirkan satu inovasi terbarunya dengan meluncurkan Gerakan ANTIK “Aston Tolak Plastik” tepat di Hari Bumi Sedunia yang diperingati tepat hari ini Senin, 22 April 2019 ini.
General Manager Hotel Aston Makassar, Joko Budi mengatakan gerakan ANTIK ini merupakan aksi lanjutan setelah untuk sekian kalinya Aston Makassar Hotel berpartisipasi pada Earth Hour yang dilaksanakan serentak setiap tahunnya.
“Melalui aksi ini, kami memungut sampah plastik yang ada di sekitaran Anjungan Pantai Losari Makassar mulai pukul 06.30 Wita,” ujar Budi.
Menurut Joko Budi, pihaknya pertama memilih area Anjungan Pantai Losari Makassar karena dinilai sebagai objek wisata dan masih menjadi perhatian pertama saat berkunjung ke kota Makassar. Apalagi sudah hampir kelar Masjid 99 Kubah yang akan menjadi salah satu icon Makassar kedepannya.
” Sebelumnya, Aston Makassar Hotel sudah menerapkan aksi ini di lingkungan hotel dengan mengurangi penggunaan air mineral botol di kamar dan menggantikan dengan menggunakan water jug juga pengurangan penggunaan sedotan di seluruh outletnya,” terangnya.
- Hari Bumi 2024, Ford Foundation-BRWA Dukung Registrasi Wilayah Adat di Luwu Utara
- Peringati Hari Bumi, 2 Juta Pohon Ditanam Serentak di Sulsel
- Hari Bumi, Huadi Group Ikut Penghijauan Bersama Program Sedekah Pohon Pemprov Sulsel
- WALHI dan Green Youth Movement Soroti Dampak Tambang Nikel di Sulawesi Selatan
- Relawan Projo Akan Ikut Serta Tanam Pohon Bareng pada Hari Bumi di Sulsel
Ia juga mengaku pihaknya sudah menggunakan water jug atau teko di dalam kamar untuk mengurangi sampah plastik.

“Mengingat kami adalah salah satu industri pelayanan membuat kami terus melakukan aksi-aksi sosial yang bermanfaat,” ujar Rari Maharani, Marketing Communication.
Rari menambahkan, selama tahun 2019 telah terkumpul sekitar 768.1 juta botol plastik bahkan lebih sedangkan untuk sedotan dan kemasan plastik bisa lebih banyak lagi dari penggunaan botol plastik.
“Selama ini kita telah hidup 80% dengan menggunakan plastik yang tidak didaur ulang. Plastik diketahui tidak dapat punah hingga 1000 tahun, sehingga dapat meracuni boga bahari (seafood) yang kemudian akan dikonsumsi oleh manusia,” sambungnya.
Dampak dari konsumsi tersebut mungkin belum disadari oleh sebagian masyarakat. Namun beberapa sudah tersebar banyak berita yang menayangkan bagaimana makhluk hidup yang berada di laut telah mengkonsumsi sampah plastik dan dapat membunuhnya.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
