Terkini.id, Jeneponto – Bupati Jeneponto, Iksan Iskandar meresmikan taman bacaan Macanga Ri Bontoramba di Kecamatan Bontoramba, Kabupaten Jeneponto, Kamis, 11 Februari 2021, yang dimaknai sebagai taman peradaban Bontoramba-Binamu.
Hadir dalam peresmian itu, Ketua TP PKK Jeneponto, Hj Hamsiah Iksan, beberapa anggota DPRD, Kepala OPD, Kabag, Kabid, beberapa Camat, Kapus dan seluruh kepala kelurahan dan desa se Kecamatan Binamu dan dihadiri tokoh masyarakat Kecamatan Bontoramba.
Bupati Jeneponto Iksan Iskandar dalam sambutannya mengapresiasi Kepala Kecamatan Bontoramba dan tokoh masyarakat atas inovasinya membuat taman dan patung Macanga Ri Bontoramba.
“Saya selaku Pemerintah Kabupaten Jeneponto menyampaikan apresiasi dan penghargaan setinggi-tingginya atas kinerja Pak Camat Bontoramba yang bersinergi dengan seluruh elemen masyarakat Bontoramba yang mampu berdedikasi untuk membuat taman dan Patung yang mencerminkan sejarah peradaban Bontoramba-Binamu,” jelas Iksan Iskandar.
Sementara Kepala Kecamatan Bontoramba, Nur Lewa Sa’ad mengatakan, Kecamatan Bontoramba bukan hanya sekedar ruangan spesial dalam peta geografi, namun lebih jauh dari itu Bontoramba adalah wilayah dan peradaban bersejarah pusat kerajaan Binamu pada masa lalu serta kejayaan masyarakat yang menggambarkan kekayaan nilai budaya nilai perjuangan, cara berpikir, cara hidup dalam bergaul yang menginspirasi berdiri dan terbentuknya suatu wilayah yang kita sebut Jeneponto.
- DPRD Sulsel Dalami Polemik Seleksi Paskibraka, Kesbangpol Bantah Tes Bahasa Daerah Jadi Penentu
- Wali Kota Makassar Dukung Penuh Delegasi Paskibraka Menuju Seleksi Nasional 2026
- Gubernur Sulsel Apresiasi Polda dan TNI Bongkar Jaringan Penyalahgunaan BBM Subsidi di Wilayah Sulsel
- Laba Tumbuh 32 Persen, PT Vale Lanjutkan Transformasi sebagai Perusahaan Mineral Berkelanjutan
- Komisi IX DPR RI Himpun Masukan RUU Ketenagakerjaan di Sulteng, BPJS Tekankan Perlindungan Pekerja
“Taman bacaan masyarakat memorial Macanga Ri Bontoramba dibangun bukan hanya sekedar ruang publik atau ruang terbuka hijau, tetapi juga dibangun atas dasar pertemuan angan, mimpi, fisik dan keinginan para camat sebelum kami, dengan keyakinan para tokoh masyarakat untuk membangun tentang tradisi dan narasi yang monumental yang dikenal Macanga Ri Bontoramba,” kata Nur Lewa.
Menurutnya, Macanga Ri Bontoramba tidak sekedar sebuah jejak, tetapi juga membentuk budaya dari sebuah momentum sejarah Bontoramba Binamu, layaknya kitab sejarah yang mengisahkan bahwa Bontoramba adalah tanah nan elok yang melahirkan generasi penggerak peradaban.
“Di tanah ini, lahir dan besar serta bertemunya para tubarani kesatria dan cendekiawan yang membentuk karakter kuat dan tangguh masyarakat Butta Turatea sampai saat ini,” ungkap Nur Lewa.
Lebih lanjut, Nur Lewa mengatakan, Macanga Ri Bontoramba adalah entitas keberanian, kecerdasan, ketegasan dan kebijaksanaan masyarakat rakyat Bontoramba yang disematkan kepada raja ke 13 pada tahun 1911-1921.
“Pembangunan taman Macanga Ri Bontoramba ini berawal dari mimpi para tokoh masyarakat Bontoramba dan dengan keyakinan, keikhlasan para tokoh dan masyarakat Bontoramba Jeneponto untuk mewujudkan visi masa depan yang tertuang pada poster Patung Macangan,” tutup Nur Lewa.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
