Iqbal Paparkan Kinerja Selama Menjabat, Pengamat Beri 3 Catatan Penting

Iqbal Suhaeb
Penjabat Wali Kota Makassar M Iqbal Samad Suhaeb bicara soal Kondisi Kota Makassar selama dirinya menjabat

Terkini.id, Makassar – Penjabat Wali Kota Makassar M Iqbal Samad Suhaeb bicara soal Kondisi Kota Makassar selama dirinya menjabat. Ia memaparkan kinerja pemerintahan dalam konsep Clean, Comfort, Continuity.

Iqbal mengatakan harga bahan pokok di pasaran masih terkendali. Kendati mengalami sedikit kenaikan.

“Masih bisa terkendali, stok masih ada tetapi harganya memang mengalami peningkatan beberapa hari terakhir sejak isu virus Corona,” kata dia, Jumat, 13 Maret 2020.

Dia mengatakan Makassar menjadi tempat distribusi terbesar di Indonesia Timur sehingga harga relatif lebih rendah. Alur produksi, kata dia, tetap lancar lantaran tidak bergantung barang impor.

“Jadi masih cukup stabil, belum banyak berpengaruh pada aktivitas ekonomi,” paparnya.

Iqbal juga bicara soal kemacetan yang terus menjadi persoalan perkotaan. Ia mengatakan transportasi menjadi masalah lantaran makin banyak kendaraan motor.

“Kita mengatasi itu dengan penindakan sistem parkir yang lebih terukur. Selama ini parkir tepi jalan jauh lebih murah dibanding tempat parkir. Sekarang dibalik, maka harus lebih mahal karena selain mengambil ruang (space) juga mengurangi ruas lahan,” kata dia.

Untuk mengurangi kebocoran pendapatan, ia mengatakan sudah menggunakan sistem online atau non tunai. Ia mengatakan saat ini, pihaknya intens melakukan sosialisasi ke pasar-pasar tradisional dan pada pelaku UMKM di Kota Makassar.

Selain itu, Iqbal juga bicara soal anak jalanan, gelandangan dan pengemis juga menjadi masalah perkotaan.

“Bila ada temuan di lapangan segera laporkan karena sudah ada tim yang menangani itu, kita akan langsung turun,” paparnya.

Di sisi lain, pengamat Pemerintahan, Ali Armunanto menyebut ada 3 hal besar yang menjadi catatan pemerintahan Penjabat Wali Kota Makassar, M Iqbal Samad Suhaeb. Ia mengatakan hal ini menjadi persoalan yang serius.

“Pertama masalah iklim. Iklim yang luar biasa, musim hujan tahap pertama kita berhasil lolos, kemarin banjir dapat teratasi,” kata dia.

Isu kedua, saat bulan Februari, isu wabah virus Corona menjadi perhatian dunia. Namun, kata dia, Indonesia seperti terkesan menyepelekan persoalan tersebut.

“Kok pemerintah kita tak lock down, kok indonesia santai-santai saja. Sementara negara lain seperti Belanda, Italia, China, dan Filipina sudah melakukan itu,” ungkapnya.

Ke depan, kata dia, hal tersebut akan menjadi masalah pelik kalau pemerintah angkat tangan. kasus virus Corona sudah ada di Bali dan Solo.

“Ini yang mengerikan karena sudah dekat dengan Sulawesi. Harga bahan pokok di pasar juga sudah naik, harga jahe merah naik 100 ribu,” ungkapnya.

Ketiga, Ali mengatakan, sebentar lagi menghadapi pemilihan kepala daerah (Pilkada) dan itu sangat menggangu kinerja pemerintahan.

“Isu ASN ikut berpolitik bisa saja jadi sasaran tembak. Tentu pemerintah harus siap melakukan antisipasi,” ujar dia.

Ali berujar bahwa ketika pemerintah melakukan tupoksinya dengan baik, seperti menyelesaikan masalah substantif. Di sisi lain, menurut Ali, pemerintah dianggap tak mengikuti isu populer.

“Pemerintah dilemanya di situ. Ini yang harus diselesaikan dan dicari jalan keluarnya,” tukasnya.

Komentar

Rekomendasi

Berita Lainnya

Cegah Corona, PMI Makassar Semprot Disinfektan Dua Perumahan Dosen

Gandeng PMI Makassar, PT Bintang Salurkan 1000 APD ke Sejumlah RS

DPRD Makassar Alokasikan Rp10 Miliar Untuk Penanganan Covid-19

KM Lambelu Dikarantina 2 Mil Dari Dermaga Makassar

Pemkot Makassar Belum Terapkan PSBB, Ini Tanggapan Ketua DPRD

Hindari Politisasi Penyaluran Bantuan Dampak Covid-19

Jurnalis distribusikan APD di 11 Kecamatan Kota Makassar

PMI Makassar Semprot Disinfektan Balai Kota

Laporkan Tulisan

Kami akan menggunakan masukan Anda untuk mempelajari ketika sesuatu tidak benar