Bank Sulselbar Jadi Bank Devisa, Irmayanti Sulthan: Tantangan Meningkatkan Ekspor

Bank Sulselbar Jadi Bank Devisa, Irmayanti Sulthan: Tantangan Meningkatkan Ekspor

K
FD
Kamsah
Fachri Djaman

Tim Redaksi

Terkini.id, Makassar – Pelaksana Tugas (Plt) Dirut Bank Sulselbar Irmayanti Sulthan menilai kegiatan Soft Launching Bank Sulselbar menjadi Bank Devisa menguntungkan Bank Sulselbar lantaran mendapat dorongan dari Pemerintah Provinsi Sulsel.

“Karena kebetulan pemegang saham terus juga memang secara potensi dengan adanya direct call itu adalah opportunity, tantangan bagi kami untuk ikut menjadi bagian dari peningkatan ekspor di Sulsel dan barat,” kata Irmayanti kepada pewarta di Anjungan Pantai Losari (City Of Makassar), Sabtu, 26 Oktober 2019.

Dia mengatakan dari sisi persiapan sudah ada kerjasama internasional banking, begitu pun dari sisi infrastruktur dan SDM. SOP dan sebagainya sudah disiapkan.

Terkait juga operasional devisa dan lain-lain, dia menyebut Bank Sulselbar sudah mendapatkan perizinan.

Irmayanti menyebut gubernur sebagai pemegang saham pengendali juga menyampaikan kepada masyarakat ihawal Bank Sulselbar yang sudah devisa dan meminta seluruh elemen untuk memberi dorongan.

Baca Juga

“Elemen masyarakat dalam hal ini pelaku-pelaku ekspor mulai dari asosiasi. Sudah ada juga komunikasi dengan perindag, nanti rencana membuat semacam komunitas,” paparnya.

Dalam komunitas, kata dia, Bank Sulselbar berencana untuk membuat komunitas ekspor. Bank Sulselbar harus mendorong peningkatan kapasitas eksportir dan mendorong pelaku yang orientasi ekspor.

“Peranan Bank Sulselbar melakukan pembinaan peningkatan kapasitas dalam bentuk pelatihan. Misalnya, ada yang namanya lembaga pelatihan ekspor indonesia,” tutupnya.

Sebelumnya, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) RI menyerahkan Surat Keputusan (SK) kepada Bank Sulselbar, untuk kegiatan usaha dalam valuta asing. SK ini diterima Gubernur Sulawesi Selatan (Sulsel) Nurdin Abdullah, di Hotel Aston, Makassar, Sabtu, 26 Oktober 2019.

Nurdin mengatakan, pemerintah, perbankan dan dunia usaha, dapat berkolaborasi untuk pembangunan di Sulsel. Karena itu, pemerintah harus hadir memberikan kemudahan.

“Semua perizinan yang panjang kita sederhanakan, dan kita jadikan daerah ini Sulawesi Selatan yang melayani,” ujarnya.

Nurdin memang berharap bahwa Bank Sulselbar dapat beralih menjadi bank devisa. Pasalnya, banyak investor yang berminat membangun kerjasama dengan Pemprov Sulsel, tetapi tidak dinikmati oleh BPD Sulselbar.

Bank devisa adalah bank yang memperoleh surat penunjukan untuk dapat melakukan kegiatan usaha perbankan dalam valuta asing.

“Kita mendorong bank ini menjadi bank devisa. Karena kita berharap, seluruh investasi di Sulsel, BPD juga kecipratan,” terangnya.

Investasi yang masuk di Sulsel, hampir semuanya melalui mata uang asing. Olehnya itu, untuk mendapatkan hasil dari investasi tersebut, Bank Sulselbar disarankan beralih menjadi bank devisa.

“Investasi itu dalam bentuk mata uang asing. Nah, kalau tidak bank devisa susah. Bayangkan, orang berbondong-bondong melakukan investasi ke sini, dia nggak kecipratan apa-apa,” kata mantan Sekjen Apkasi Indonesia ini.

Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.