Terkini.id, Makassar – Anggota Komisi D DPRD Kota Makassar Irwan Djafar mengatakan tidak mengerti alur berpikir Penjabat Wali Kota Makassar Rudy Djamaluddin.
Ia mengatakan kebijakaan Rudy Ihwal lelang jabatan adalah sesuatu yang diada-adakan dan tak masuk akal.
“Mungkin karena Rudy adalah wali kota prasmanan yaitu wali kota yang ditunjuk-tunjuk,” kata Irwan di Hotel Maleo, Senin, 15 Februari 2021.
Menurutnya, Pj Rudy hampir kehabisan akal dalam menjalankan roda pemerintahan. Ia mengatakan Rudy punya nafsu yang lebih besar daripada rasionya. Sehingga setiap langkah yang diambil pasti salah.
“Karena bukan akal yang dia pakai tapi nafsu,” ungkapnya.
- Gojek dan Yayasan GoTo Merah Putih Beri Beasiswa S1 untuk Ratusan Mitra Driver dan Keluarga
- Pertamina Pastikan Pasokan BBM Aman Selama PENAS Petani Nelayan XVII di Gorontalo
- Pemkot Makassar Kukuhkan 47 Kepala Puskesmas Definitif, Perkuat Layanan Kesehatan Masyarakat
- BMKG: Sejumlah Wilayah Sulsel Berpotensi Diguyur Hujan Ringan Hari Ini 17 Juni
- Minta Maaf Secara Terbuka, Kapolres Jeneponto Jamin Berikan Sanksi Tegas Polis yang Intimidasi Wartawan
Selain itu, Irwan mengatakan tak beban tanggung jawab Rudy terhadap masyarakat Kota Makassar. Melainkan hanya bertanggung jawab terhadap yang menunjuk dirinya.
Menurutnya, saat ini masyarakat Kota Makassar sudah tidak sabar menunggu wali kota pilihannya. Sehingga, kata dia, bila ada keterlibatan Gubernur untuk melakukan penundaan maka akan dibenci oleh masyarakat.
“Kalau Gubernur ikut dalam wilayah ini, itu merugikan diri sendiri, masyarakat pasti tahu, pasti baca,” ungkapnya.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
