Cerita Oknum Mahasiswi Gunadarma Terpapar Radikalisme, Islah: KTP Itu Benda Haram!

Cerita Oknum Mahasiswi Gunadarma Terpapar Radikalisme, Islah: KTP Itu Benda Haram!

R
Mahipal
Redaksi

Tim Redaksi

Terkini.id, JakartaIslah Bahrawi cerita pengalamannya mengidentifikasi pemikiran-pemikiran generasi bangsa yang terpapar radikalisme.

Mulanya, Cak Islah menceritakan dirinya pernah mewawancarai seorang siswa di Poso yang terpapar radikalisme.

“Ada salah satu anak muda yang saya wawancarai (di Poso), saya introgasi. Umurnya belum genap 17 tahun,” ujar Islah Bahrawi menceritakan.

“Dia ditangkap karena dia ingin melakukan aksi teror. Nah, dari hasil introgasi itu adalah dia ini siswa SMA 1 Poso, akademisnya bagus, nilainya bagus punya kecerdasan,” ujar Cak Islah melanjutkan.

Video cerita Cak Islah itu diunggah oleh pengguna twitter dengan akun @AyamSegar3 sebagaimana dilansir Terkini.id pada Rabu, 6 Juli 2022.

Cerita Oknum Mahasiswi Gunadarma Terpapar Radikalisme, Islah: KTP Itu Benda Haram!
Cuitan pegiat twitter (@AyamSegar3)
Baca Juga

“Lalu dia keluar dari sekolah itu dia berhenti, karena apa? Dia mendapatkan pemahaman bahwa sekolah ini dibangun oleh negara thogut dengan biyaya-biyaya dari uang riba,” ujar Islah menceritakan.

Selanjutnya, Cak Islah menceritakan tentang oknum mahasiswi Gunadarma yang juga terpapar radikalisme, bahkan ia menceritakan bahwa oknum sampai berpikiran KTP merupakan benda haram.

“Kasus yang kedua, ada seorang mahasiswi Gunadarma yang dia meyakini bank adalah riba, lalu semua yang ada ini adalah riba termasuk jalan aspal yang melibatkan bank,” ujar Cak Islah menceritakan.

Gaji pegawai negeri yang melibatkan bank, sehingga menurut dia KTP pun itu adalah benda haram!,”

“Sehingga apa? Dia merasa mengalami keterjepitan sosial lalu dia nyerbu ke Mabes Polri bawa Airsoftgun dia bunuh diri di situ, minta ditembak!,” ujar Islah Bahrawi menceritakan.

Kemudian Islah Bahrawi menyampaikan identitas oknum, namun tidak dapat kami kabarkan dalam artikel ini. Dirinya juga menyampaikan bahwa kasus itu terjadi di tahun 2020 lalu.

Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.