Terkini.id – Internasional – Israel menyebutkan bahwa biang kerok dari serangan Palestina di Gaza adalah kelompok militan Hamas.
“Kekerasan mematikan baru-baru ini sebenarnya sudah direncanakan sebelumya oleh kelompok militan Hamas,” ungkap Duta besar Israel untuk PBB, Gilad Erdan pada hari Minggu, 16 Mei 2021, dilansir dari CNN Indonesia.
Hal ini ia sampai kepada Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dalam sesi pertemuan PBB.
Sesi pertemuan tersebut membahas mengenai konflik Israel-Palestina. Israel melakukan kecaman ditujukan terhadap kelompok militan itu.
“Hamas menargetkan warga sipil, Israel menargetkan teroris. Ini sepenuhnya direncanakan oleh Hamas untuk mendapatkan kekuasaan politik,” terangnya.
- Meity Rahmatia Gelar Buka Puasa dan Doa Bersama untuk Palestina
- Mahasiswi Kedokteran Asal Palestina Lulus di FK Unhas, Jadi Lulusan Terbaik Predikat Cum Laude
- Momen Pilu Ayah di Palestina Terima Akta Kelahiran Anak Kembarnya yang Wafat Dibom 4 Hari Lalu
- Pondok Pesantren Ummul Mukminin Aisyiyah Serukan Bela Palestina
- Koalisi Jurnalis Sulsel Gelak Aksi Solidaritas untuk Jurnalis di Gaza Palestina
Erdan menjelaskan bahwa ketegangan Hamas meningkat disebabkan manuver politik internal Palestina sendiri.
Presiden Otoritas Palestina, Mahmud Abbas menunda pemilihan umum yang telah lama ditunggu-tunggu.
Sementara pihak Hamas mengklarifikasi tembakan roketnya ke Israel sebagai tanggapan masuknya pasukan Israel dan memborbardir kompleks masjid Al-Aqsa di Yerusalem.
Tindakan militer Israel itu dilakukan di tengah ketegangan tinggi di kota itu untuk mengusir keluarga Palestina.
“Apakah Anda benar-benar yakin bahwa sengketa lahan inilah yang menyebabkan Hamas melancarkan serangan besar-besaran terhadap orang-orang Israel?” tanya Erdan.
Dalam pertemuan tersebut, pihak Israel mengucapkan terima kasih kepada Amerika Serikat yang telah menunda sesi diskusi PBB.
Ia juga meminta badan dunia itu untuk bersama mengutuk Hamas.
“Israel telah melakukan segala upaya untuk menghindari korban sipil. Hamas melakukan segala cara untuk meningkatkan korban sipil,” tutup Erdan.
Konflik antara Israel-Palestina menewaskan 55 anak termasuk di antara 190 orang yang telah tewas di Gaza.
Sementara itu, sebanyak 10 orang tewas di Israel.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
