Israel Paksa Tahanan Palestina Pakai Kaus Kaki sebagai Pengganti Masker untuk Cegah Corona

Palestina
Tahanan Palestina di penjara Israel

Terkini.id, Tel Aviv – Seorang petinggi Hamas, Qabha, meminta lembaga-lembaga internasional untuk memberikan masker kepada para tahanan Palestina yang dipenjara oleh rezim Israel di tengah wabah virus corona atau COVID-19.

Namun, permintaan Hamas tersebut ditolak oleh pemerintah Israel. Bahkan, para lejabat Israel memaksa tahanan Palestina menggunakan kaus kaki sebagai pengganti masker.

Dilansir dari Kantor Berita Anadolu lewat Liputan Islam, Minggu, 22 Maret 2020, Qabha mengatakan sikap Israel tersebut menandakan adanya pengabaian rezim zionis itu terhadap keselamatan dan nyawa tahanan Palestina di penjara Israel.

“Keengganan Israel untuk menyedikan bahan disinfektan di tengah pandemi Corona, menjelaskan tujuan rezim zionis agar para tahanan terpapar virus tersebut,” ujar Qabha.

Ia pun menegaskan bahwa penjara-penjara Israel tidak memenuhi syarat untuk melindungi nyawa tahanan.

Baca juga:

“Hingga kini, tak satu pun dari penjara-penjara Israel yang sudah didisinfektasi,” ujarnya.

Sementara itu, Kemenkes Israel pada Sabtu 21 Maret 2020, kemarin mengumumkan 178 orang telah terpapar Covid-19, sehingga jumlah total pengidap corona di negara tersebut hingga kini menjadi 883 orang.

Sebelumnya, Badan Tawanan Palestina mengabarkan terkait adanya empat tahanan Palestina yang positif terpapar Corona.

Namun, ketua penjara Israel mengklaim, empat tahanan itu hanya baru terduga terkena virus dan hanya dikarantina.

Komentar

Rekomendasi

Sempat Batal karena Covid-19, Pasangan Dokter-Perawat Ini Akhirnya Menikah di Rumah Sakit

Heboh Tukang Cukur Tularkan Virus COVID-19 ke 91 Orang, Benarkah?

Peneliti Top Australia Temukan Adanya Keanehan di Virus Corona

Trump Minta Masjid-masjid dan Gereja Dibuka Lagi Jelang Idul Fitri

Arab Saudi Lockdown Selama Idul Fitri, Masjidil Haram dan Nabawi Ditutup

Laporkan Tulisan

Kami akan menggunakan masukan Anda untuk mempelajari ketika sesuatu tidak benar