JaDI Perkuat Kapasitas 1.320 Relawan Demokrasi

Bimbingan teknis (bimtek) 1.320 Relawan Demokrasi Indonesia Sulawesi Selatan
Bimbingan teknis (bimtek) 1.320 Relawan Demokrasi Indonesia Sulawesi Selatan

Terkini.id, Makassar – Sebanyak 1.320 orang yang tergabung dalam relawan demokrasi (Relasi) yang tesebar di 24 KPU kabupaten/kota Se-Sulawesi Selatan, mengikuti bimbingan teknis (bimtek) relawan demokrasi.

Kegiatan ini berlangsung secara maraton dari 23-29 Januari 2019 di 24 KPU Kabupaten/kota, dengan melibatkan penggiat pemilu Jaringan Demokrasi Indonesia (JaDI) Sulsel. JaDI dipercaya menjadi fasilitator dan narasumber dalam kegiatan bimbingan teknis (bimtek) relawan demokrasi.

Keterlibatan JaDI Sulsel yang merupakan kumpulan para mantan aktivis penyelenggara pemilu, dianggap mampu melakukan transformasi keilmuaan dan keterampilan soal pemilu.

JaDI Sulsel melibatkan 27 orang menyebar di 24 KPU Kab/kota sebagai fasilitator dan pemateri melatih 1.320 orang dari 11 basis pemilih. Sebelumnya, para fasilitator dilatih di KPU Provinsi melalui Training of Trainer (ToT) selama dua hari 19-20 Januari 2019.

“JaDI inikan punya anggota mantan penyelenggara, mereka tentu paham pengetahuan teknis dan regulasi tentang pemilu, sehingga harapan kita KPU Provinsi mereka total mentransformasikan ilmu dengan melatih para relawan,” kata Faisal Amir, Sabtu 26 Januari 2019.

JaDI Sulsel sebelumnya juga terlibat dalam kursus kepemiluan di 22 kab/kota. Sebagai mantan penyelenggara pemilu, menurut Mardiana Rusli, dengan melibatkan mantan penyelenggara, maka JaDI akan memperkuat kerja-kerja kepemiluan dan demokrasi.

Selain peningkatan kapasitas, JaDI juga konsen pada sosialisasi pemilu pada masyarakat melalui forum-forum diskusi, tatap muka dan menyasar infomasi ke pemilih melalui medsos.

Dalam bimtek relasi, pengetahuan tentang demokrasi, pemilu dan partisipasi, simulasi surat suara dan tata cara pemberian suara, pengenalan peserta pemilu, kode etik penyelenggara, tehnik komunikasi

“Relasi ini adalah basis paling efektif untuk penyebar infomasi pemilu, karena mereka harus dibekali pelatihan tehnis pemilu dan pemahaman regulasi pada setiap tahapan. Tujuan selain meningkatkan angka partisipasi, juga membantu KPU dalam menjawab isu-isu hoax yang terkait kerja-kerja penyelenggara,” Kata mantan Anggota KPU Prov Sulsel

Relawan demokrasi ini direkrut dari sebaran kelompok masyarakat sipil yang peduli pada demokrasi dan pemilu. Mereka akan diserbar pada 11 basis yakni basis keluarga, basis perempuan, basis pemilih pemula (first time votes), basis pemilih muda (Millenial votes), basis penyandang disabilitas,, basis berkebutuhan khusus, basis marginal, basis komunitas, basis keagamaan, basis warga internet (netizen) dan basis relawan demokrasi.

Dari periode ke periode Grafik partisipasi angka menunjukkan penurunan untuk pemilu legislatif 2009 sebanyak 57,53 % tahun 2014 sebanyak 74 % dan pemilu legislatif 2009 sebanyak 65,16 % untuk pemilu Presiden dan Wakil Presiden di Sulawesi Selatan tahun 2014 sebanyak 67%.

Untuk pemilu 2019, KPU Sulsel menargetkan angka partisipasi 77,7 % sesuai dengan target nasional . Relasi akan bekerja selama tiga bulan untuk masuk ke kantong-kantong masyarakat guna mencerdaskan pengetahuan pemilu masyarakat.

Berita Terkait
Direkomendasikan
Komentar
Terkini
News

Intip Pola Hidup Sehat Ala Aliyah Mustika Ilham

Terkini.id,Makassar - Anggota Komisi IX DPR RI, Aliyah Mustika Ilham, menemui ratusan mahasiswa dari berbagai universitas di Kota Makassar dan masyarakat Kecamatan Panakkukang. Pertemuan itu
Health

Warga Minta Program IAS Digalakkan Kembali

Makassar, Program Makan Makanan Sehat dan Bergizi yang ditujukan untuk anak-anak Sekolah Dasar merupakan salah satu program yang pernah digalakkan oleh pemerintah Kota Makassar