Terkini, Majene – Lembaga Amil Zakat (LAZ) Hadji Kalla melalui program Aktif Positif berkolaborasi bersama Estuaria Indonesia dalam menyukseskan Gerakan Tanam 2.000 Mangrove.
Aksi tersebut telah dilaksanakan di Desa Tinambung, Kecamatan Pamboang, Kabupaten Majene, Sulawesi Barat.
Kegiatan ini melibatkan 52 peserta dari berbagai kalangan, mulai dari mahasiswa Fakultas Kehutanan Universitas Sulawesi Barat, masyarakat pesisir, perwakilan mitra swasta dan Pemerintah Kabupaten Majene hingga relawan lingkungan. Mereka pun sangat antusias berjalan menyusuri perairan setinggi betis di garis pantai Pamboang pada akhir Mei 2025 lalu.
Puluhan relawan ini pun menaruh harapan pada bibit mangrove yang mereka tanam. Ini bukan sekadar aktivitas penghijauan, melainkan bentuk cinta pada bumi dan kehidupan.
Gerakan ini sekaligus menjadi bagian dari upaya ekologis untuk melawan abrasi yang semakin menggerus garis pantai Majene.
- Pertamina Patra Niaga Sulawesi Perkuat Pasokan Biosolar dan Pengaturan Layanan di SPBU Maros
- TKIT Nurul Uswah Tandutedong Lepas 51 Anak Didik, Bupati Minta Anak Sidrap Berani Berkompetisi
- 35 Struktur Kepengurusan DPW PPP Sulsel Akan Dilantik pada 20 Juni 2026, Diisi banyak Generasi Milenial dan Gen Z
- Korban Terseret Arus Sungai Rongkong di Luwu Utara Ditemukan Meninggal Dunia
- Pertamina Pastikan Pasokan BBM dan LPG di Sulawesi Tengah Aman Pasca Gempa Magnitudo 6,7
“Saya belum pernah terlibat langsung dalam kegiatan seperti ini sebelumnya. Tapi hari ini saya merasa seperti sedang menanam masa depan. Bukan cuma belajar soal ekosistem, tapi juga soal gotong royong dan tanggung jawab sosial,” ujar Amir, salah seorang relawan yang merupakan mahasiswa Fakultas Kehutanan Universitas Sulawesi Barat.
Founder Estuaria Indonesia, Nurjirana, menjelaskan, kegiatan ini sebagai upaya perlawanan terhadap dampak perubahan iklim secara partisipatif.
Gerakan ini bukan hanya soal jumlah bibit mangrove yang ditanam, tetapi tentang menyatukan kesadaran kolektif akan pentingnya menjaga ekosistem pesisir.
“Kegiatan ini bukan hanya penanaman, tapi sebuah komitmen bersama untuk menjaga keberlangsungan kehidupan pesisir. Kami ingin memantik kepedulian masyarakat agar terus terlibat setelah bibit ini tumbuh,” jelasnya.
Direktur Mangrove Learning Center (MLC), Tavip Anwar, turut berbagi pengalaman dalam momen ini. Dengan pengalaman lebih dari 15 tahun di bidang konservasi mangrove, Tavip memberi edukasi langsung kepada peserta tentang pentingnya pola tanam yang benar dan pendekatan berbasis komunitas.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
