Jaga Paramedis dari Corona, Dokter di Jeneponto Produksi APD

Jaga Paramedis dari Corona, Dokter di Jeneponto Produksi APD
Jaga Paramedis dari Corona, Dokter di Jeneponto Produksi APD/ dokpri

Terkini.id, Jeneponto – Di tengah mewabahnya Corona Virus yang biasa disebut Covid-19, hampir di semua daerah terkendala dengan alat pelindung diri (APD) bagi tenaga medis dalam penanganan percepatan antisipasi atau pencegahan penyebaran Covid-19.

Dengan kendala tersebut untuk tetap melaksanakan tugas sebagai tenaga medis, sejumlah dokter berinisiatif untuk membuat APD seadanya agar dapat melindungi diri dalam penanganan pencegahan Covid-19.

Seperti yang dilakukan oleh salah seorang dokter di Kabupaten Jeneponto, yang telah membuat face shiled (pelindung wajah) untuk para tenaga medis di Jeneponto, khususnya para tenaga medis di PKM Binamu.

“Sudah 50 lebih yang telah saya buat, karena bahan yang susah dicari di Jeneponto dan untuk saat sekarang kita was-was kalau ke Makassar beli bahan, jadi bahannya yang seadanya saja,” kata dokter Imam Sofingi kepada terkini.id, Selasa, 7 April 2020.

Dengan dana pribadi dan partisipasi tenaga medis, dokter Imam Sofingi termotivasi untuk membuat alat pelindung diri.

Baca juga:

“Kami termotivasi langkahnya APD, yang tentunya berinisiatif dengan didasari safety first dan patient safety, jadi keselamatan untuk petuga dan keselamatan pasien yang sangat penting dalam penanganan medis, khususnya dalam penanganan pencegahan penyebaran Covid-19,” ungkanya.

Menurutnya, dalam mewabahnya Covid-19, semua berpeluang membawa virus dan sulit untuk dideteksi.

“Kenapa kita butuh APD, karena saat ini semua berpeluang membawa virus, dan tidak satupun yang tahu, virus banyak masuk melalui wajah, hidung, mulut dan mata, untuk itu sangat dibutuhkan face shiled (pelindung wajah),” ujarnya.

Dia mengaku, APD bagi tenaga medis dan pasien adalah pelindung awal untuk mencegah penularan virus.

“Menunggu pengadaan APD ditengah langkahnya APD dipasaran, sedangkan virusnya kemungkinan sudah mengikut dengan manusia yang bergerak, jadi kami tidak bisa menunggu, jalan satu-satunya saat ini tentu membuat sendiri,” pungkas Kepala Puskesmas Binamu kota itu.

Lebih lanjut, dokter Imam Sofingi alat pelindung diri yang dibuat itu dapat melindungi langsung wajah.

“Selain masker dan google (kaca mata), face shiled juga dapat membantu sebagai pelindung awal, sehingga tidak langsung kena wajah dan mata, dan juga masker yang digunakan petugas, apalg kalau tidak ada masker N95, dan yang kami buat ini mudah dibersihkan dengan disinfeksi sehingga dapat digunakan kembali,” jelasnya.

Face shiled yang telah dia buat telah dibagikan kepada tenaga medis di Puskesmas Binamu Kota.

“Jadi yang sudah dibuat itu dibagikan kepada petugas Puskesmas Binamu kota dan rencana hari ini kami distribusikan ke petugas kesehatan di Pustu dan Poskesdes, mereka ini yang melacak kasus di lapangan,” tutup dokter Imam Sofingi.

Komentar

Rekomendasi

Ketua TP PKK Jeneponto Silaturahmi Virtual dengan Lies F Nurdin

Komisi I DPRD Jeneponto Tindak Lanjuti Penyaluran BST dan BLT Bermasalah, Termasuk Dugaan Pungli

Kronologi Tenggelamnya KM Bunga Rosia GT 27 di Perairan Kabaena

3 Hari di Laut, Enam Korban Kapal Tenggelam Asal Jeneponto Berhasil Diselamatkan

Beredar Informasi Tempat Ibadah Arah Kiblat Ke Utara, Camat Bangkala Cek Kebenarannya

Laporkan Tulisan

Kami akan menggunakan masukan Anda untuk mempelajari ketika sesuatu tidak benar