Jalankan Peran Kostratani, Penyuluh dan Mahasiswa Polbangtan Aktif Bantu Petani

Mahasiswa dan Penyuluh Bantu Petani

Dalam situasi pandemi virus corona (COVID-19) yang belum berakhir ini, tidak menyurutkan langkah Kementerian Pertanian sebagai salah satu garda terdepan dalam upaya penanganan dampak wabah Covid-19. Kementan sesuai arahan Presiden Jokowi dituntut melakukan langkah konkret untuk menjamin ketersediaan pangan terutama di masa pandemi ini.

Menindaklanjuti hal tersebut, Mentan Syahrul Yasin Limpo, di ruang rapat Agriculture War Room (AWR) Kementan menyapa seluruh petani di kabupaten dalam rangka video conference Gerakan Percepatan Tanam Padi dan Jagung serentak seluruh Indonesia.

Lebih lanjut Mentan, mengatakan Covid-19 ini adalah tantangan yang nyata yang berdampak sudah tersentuh langsung ke masyarakat. Oleh Karena itu solusi dari Covid-19 ini adalah Medical Solution dan Food Security. Persiapan pangan adalah solusi Covid-19, oleh karena itu kita harus bekerja lebih keras, lebih terpadu dan lebih gotong royong agar makanan rakyat bisa terjamin.

Oleh karena itu Mentan mengajak seluruh insan pertanian untuk menghadapi tantangan tantangan tersebut dengan 2 langkah yaitu dengan penanaman yang lebih cepat dan momentum penyaluran sarana dan prasarana yang tepat. Dan berharap kerjasama yang lebih intens dari berbagai pihak agar semua dapat berjalan dengan baik.

Untuk mendukung petunjuk dan arahan Menteri Pertanian, Petani dan penyuluh Desa Polewali, Kecamatan Tellu Limpo E, Kabupaten Sidenreng Rappang terus bekerja untuk menggenjo pertanaman padi. Tidak terkecuali Kemal Pasha, Mahasiswa Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) Gowa yang ikut mendukung kegiatan petani di lapangan sebagai tugas tambahan dalam menjalankan kegiatan “learning from home” dan pendamp[ingan pada kelompok tani.

Baca juga:

Awal kegiatan hari ini, Kamis 14 Mei 2020 adalah Pendampingan penyuluh dalam kegiatan pengawasan pupuk pestisida dan Pendampingan Penyuluh dalam kegiatan pengolahan lahan pertanian di sabah,” ungkap Kemal.

Kemal tidak sendiri, Muh Ridwan, Hendrawan dan Hasfah juga mahasisw Polbangtan Gowa, ikut andil pada kegiatan ini. Mereka didampingi Penyuluh bidang pengamat hama Bapak Suwardi, Penanggung jawab pupuk Bapak Nur Amin dan Ketua Kelompok Tani MamminasaE II Pak Burhan.

Kegiatan ini merupakan tugas dan fungsi dari Kostratani diwilayah pak suwardi selaku pengamat hama dalam pengawasan ke 9 pada Kelompok Tani Area Tellu LimpoE ,dan hari itu merupakan pengawasan pupuk pestisida yang akan dibagikan ke poktan di Desa Polewali(Teteaji) dan sekaligus mengambil data dari kegiatan pengolahan lahan pertanian dan membantu dalam penanganan hama yang menyerang tanaman padi,” ujar Kemal.

Selanjutnya Kemal, mengatakan kami mahasiswa Polbangtan Gowa diberikan arahan ole penyuluh di Kostratani untuk ikut dalam kegiatan pengawasan dan pengambilan data poktan yang melakukan pengolahan lahan. Kelompok yang di kunjungi yaitu kelompok tani Mamminasa E II dan kami juga diberikan kesempatan untuk mewawancarai Pak Burhan selaku Ketua Poktan MamminasaE II adapun wawancaranya yaitu tentang varietas tanaman, luas hamparan dan kendala di lapangan seperti OPT(organisme Pengganggu Tanaman) yang dapat membahayakan tanaman, seperti Tikus, keong, ulat penggerek batang.

“Segala kesusahan ataupun kesulitan yang dialami oleh petani pasti ada solusi dan jalan keluarnya. Jangan hanya diam tetapi bergerak dan cari alternatif yang lebih mudah dalam penanganan, jangan menjadikan penyemprotan racun adalah salah satu cara efektif dan jadikan hal tersebut sebagai alternatif terakhir jika kondisi yang sudah mendesak. Ketahui karakter hama sebelum melakukan penanganan. Agar tanaman tetap sehat dan terjaga,” ungkap Kemal.

Peran pemuda khususnya dalam menggenjot ketersediaan pangan memang sangat dibutuhkan ditengah pandemi Covid-19 ini. Adanya pandemic Covid-19 tidak serta membuat kegiatan  pertanian  berhenti. Aktivitas pertanian harus berlanjut. Pertanian sebagai gerbang terdepan penyedia stok pangan nasional tetap semangat berproduksi.

Sesuai arahan Mentan SYL, pangan merupakan kebutuhan dasar manusia yang tidak boleh tertunda apalagi berhenti. Begitu pula kegiatan olah tanah, olah tanam hingga panen padi oleh petani harus tetap berlangsung  di tengah pandemi global Covid-19.

Hal ini sejalan dengan permintaan Presiden Joko Widodo bahwa pertanian tetap harus terus berproduksi. Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian, Prof Dedi Nursyamsi pun mengatakan ini di berbagai kesempatan.

“Pandemi Covid-19 menjadikan sektor pertanian sebagai salah satu yang tetap harus bergerak, selain sektor kesehatan. Karenanya, ayo berjuang terus karena ketersediaan pangan di masyarakat adalah tanggung jawab kita,” jelas Dedi. “Jangan lupa untuk tetap perhatikan protokol penanganan covid 19 di lapangan,” imbuh Dedi. (MUZ).

Komentar

Rekomendasi

Kecintaannya Terhadap Anak-Anak Dorong Vanessa Menjadi Relawan bagi Pengungsi di Malaysia

Kostratani BPP Gandangbatu Sillanan Kembangkan Varietas Kopi Lokal Toraja

Gelar Aksi Sosial, IMM FISIP Bagikan Paket Ramadhan untuk Warga

Mahasiswa Polbangtan Manfaatkan Masa LFH untuk Bantu Petani Tingkatkan Kualitas Semangka

Penyuluh, Mahasiswa Polbangtan dan Petani Bantaeng Bahu-membahu untuk Percepatan Tanam

BPP Gandangbatu Sillanan Dampingi Petani Kembangkan Kopi Arabika Varietas Lokal Toraja

Mahasiswa Manfaatkan “Waktu Belajar dari Rumah” untuk Tingkatkan Produksi Jagung Petani

Agar Produktifitas Makin Baik, Kualitas Terjaga, Mahasiswa Bantu Petani Kendalikan Gulma

Laporkan Tulisan

Kami akan menggunakan masukan Anda untuk mempelajari ketika sesuatu tidak benar