Jalin Kolaborasi dengan Komisi IV DPR RI Kementan Atasi PMK di Sultra

Terkini.Id, KENDARI – Kementerian Pertanian RI melalui BPPSDMP kembali berkolaborasi dengan Komiisi IV DPR RI menyelenggarakan Bimtek peningkatan kapasitas petani dan penyuluh di Provinsi Sulawesi Tenggara pada rabu-kamis, 27 sampai 28 Juli 2022 yang bertempat di Desa Mendikonu, Kec. Amonggedo, Kab. Konawe, 

Bimtek tersebut dihadiri sekitar 300 petani dan penyuluh Kabupaten Konawe Sulawesi Tenggara. Materi Bimtek mengangkat tema tentang Penyebaran penyakit mulut dan Kuku (PMK) pada ternak ruminansia yang dibawakan oleh Tasripin dan Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok Tani (RDKK) serta asuransi pertanian oleh Al’Amin.

Pemilihan tema PMK sendiri merupakan respon Direktur Polbangtan Gowa atas arahan Menteri Pertanian yang menginstruksikan kepada seluruh Unit Pelaksana Tugas di bawah Kementerian Pertanian untuk melakukan kegiatan penyuluhan sebagai tindakan preventif, sehingga para petani dapat selalu sigap dan  tahu bagaimana mereka memeriksa kondisi kesehatan fisik hewan ternaknya. 

Baca Juga: Semarak HUT RI ke-77, Polbangtan Kementan Gelar Aksi Tanam Pohon

Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo (SYL) bahkan mendorong untuk melakukan kegiatan – kegiatan kolaboratif dengan berbagai pihak untuk langkah preventif dan kuratif dan merespon cepat bila ada laporan wabah PMK di berbagai daerah.

“Pemerintah langsung bergerak cepat dengan memberikan bantuan obat, antibiotik, dan vitamin. Meski angka kematian cukup rendah tidak membuat pemerintah menyepelekan PMK. Saya memerintahkan seluruh jajaran hingga tingkat daerah meningkatkan pengawasan”, ujar Syahrul.

Baca Juga: Perdalam Smart Farming Sistem, Kementan Magangkan 15 Petani Milenial

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Dedi Nursyamsi mengungkapkan bahwa seluruh komponen di bawah BPPSDMP wajib turun, terutama tenaga medik dan paramedik dalam menanggulangi wabah PMK.
Dedi menambahkan, BPPSDMP akan memanfaatkan berbagai kegiatan transfer of knowledge  dalam upaya penanggulangan PMK. Hal tersebut guna meningkatkan kompetensi peserta dalam pengendalian dan pemberantasan PMK sekaligus mengurangi penyebaran

Saat membuka acara, mewakili Direktur Polbangtan Gowa, Juhari mengatakan bahwa “Harapannya melalui bimtek ini Petani dapat menambah wawasan khususnya terkait PMK”, ujar Juhari.

Selain itu, Juhari berharap Peserta mendapatkan motivasi untuk mengembangkan usaha pertaniannya serta tetap mempertahankan profesi petani, mengingat kondisi sekarang masyarakat yang tertarik dan minat bidang pertanian semakin berkurang. Di lain sisi Indonesia sebagai negara agraris memiliki potensi wilayah yang besar dan subur.

Bagikan