Terkini.id, Makassar – Pembatasan jam operasional atau jam malam akan berakhir pada Selasa, 26 Januari 2021, besok. Namun, Pemerintah Kota Makassar belum menentukan langkah selanjutnya.
Penjabat Wali Kota Makassar Rudy Djamaluddin justru mengklaim terjadi penurunan kasus Covid-19 selama pembatasan jam operasional diterapkan hingga pukul 22:00 Wita.
“Sudah kelihatan ada penurunan, baik korban yang meninggal maupun korban yang terpapar,” kata Rudy, Senin, 25 Januari 2021.
Kendati begitu, Rudy mengatakan pihaknya belum melakukan kajian akhir ihwal efektivitas pembatasan.
“Di akhir nanti kita kaji kembali efektivitas, kalau ini secara nyata memberikan sumbangan perbaikan, nah kita coba pertahankan dulu,” ungkapnya.
- Wabup Islam Iskandar Pimpin Khidmatnya Detik Penurunan Sang Merah Putih HUT Ke-81 RI Di Jeneponto
- Tujuh Medali Antar Bank Sulselbar Jadi Juara Umum PORSEBANK+ BMPD Sulsel 2026
- Raih 7 Medali, Bank Sulselbar Keluar sebagai Juara Umum PORSEBANK 2026
- Suasana Haru Selimuti Pelatih dan Paskibraka Jeneponto Usai Sukses Kibarkan Merah Putih Di Hut Ke-81 Ri
- Momentum HUT ke-81 Kemerdekaan RI, Kapolres Bulukumba Gaungkan Kedaulatan Bangsa
Menurutnya, pihaknya akan memikirkan berbagai opsi setelah jam operasional berakhir. Bila dihentikan, kata dia, efek apa yang ditimbulkan.
“Ini yang kita mau evaluasi, apakah pembatasan sampai jam 10 malam ini efektif atau tidak, supaya jangan terjadi peningkatan kembali,” katanya.
Menyoal tudingan pembatasan operasional dinilai tidak efektif, Rudy mengatakan hal itu keliru. Sebab, kata dia, pembatasan dilakukan untuk memperpendek aktifitas masyarakat.
“Covid-19 itu kan tidak tidur, itu 24 jam. Jadi kalau kita memperpendek aktifitas orang, sama halnya memperkecil peluang dia berpindah, kan begitu logika berpikirnya,” terangnya.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
