Terkini.id, Makassar – Pembatasan jam operasional atau jam malam akan berakhir pada Selasa, 26 Januari 2021, besok. Namun, Pemerintah Kota Makassar belum menentukan langkah selanjutnya.
Penjabat Wali Kota Makassar Rudy Djamaluddin justru mengklaim terjadi penurunan kasus Covid-19 selama pembatasan jam operasional diterapkan hingga pukul 22:00 Wita.
“Sudah kelihatan ada penurunan, baik korban yang meninggal maupun korban yang terpapar,” kata Rudy, Senin, 25 Januari 2021.
Kendati begitu, Rudy mengatakan pihaknya belum melakukan kajian akhir ihwal efektivitas pembatasan.
“Di akhir nanti kita kaji kembali efektivitas, kalau ini secara nyata memberikan sumbangan perbaikan, nah kita coba pertahankan dulu,” ungkapnya.
- Satgas TMMD Ke-128 Kodim 1425 Jeneponto Mengangkat Derita Keluarga Sederhana, Membangun Rumah dan Harapan
- Resmikan dan Uji Coba JIAT, Bupati Sidrap Dorong Program Tiga Kali Tanam dalam Setahun
- Tujuh Tahun Penantian, Impian di Usia Senja, Sali Binti Bando Catat Sejarah JCH Tertua Jeneponto
- Pansel Resmi Umumkan 10 Calon Pimpinan BAZNAS Makassar untuk Periode 2026--2031
- Bupati Sidrap Motivasi Siswa SDN 1 Rijang Panua: Jadi Generasi Cerdas dan Berakhlak
Menurutnya, pihaknya akan memikirkan berbagai opsi setelah jam operasional berakhir. Bila dihentikan, kata dia, efek apa yang ditimbulkan.
“Ini yang kita mau evaluasi, apakah pembatasan sampai jam 10 malam ini efektif atau tidak, supaya jangan terjadi peningkatan kembali,” katanya.
Menyoal tudingan pembatasan operasional dinilai tidak efektif, Rudy mengatakan hal itu keliru. Sebab, kata dia, pembatasan dilakukan untuk memperpendek aktifitas masyarakat.
“Covid-19 itu kan tidak tidur, itu 24 jam. Jadi kalau kita memperpendek aktifitas orang, sama halnya memperkecil peluang dia berpindah, kan begitu logika berpikirnya,” terangnya.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
