Terkini.id, Jakarta – Ketua Umum Partai Nasional Demokrat alias Partai NasDem Surya Paloh memberikan tanggapannya soal video yang memperlihatkan Jokowi yang diduga tidak ingin berpelukan dengan dirinya dalam acara ulang tahun Partai Golkar pada Jumat 21 Oktober 2022.
Diketahui video viral yang menggambarkan Jokowi ogah memeluk Surya Paloh diunggah oleh akun Twitter bernama @kurawa.
Menurut Surya Paloh pada saat acara ulang tahun Partai Golkar memang tidak ada acara berpelukan antara keduanya.
“Enggak ada acara pelukan,” ujar Surya Paloh, Minggu 23 Oktober 2022.
Surya Paloh merasa heran mengapa pengguna media sosial atau netizen mempersoalkan sikap Jokowi dan dirinya pada saat itu.
- Diduga Menyesal Dukung Jokowi 2 Periode, Surya Paloh: Sayang Seribu kali...
- Soal Surya Paloh dan Jokowi, Zulfan Lindan Ungkit SBY dan Megawati
- Anies Baswedan Jadi Capres NasDem, Zulfan Lindan: Presiden Nggak Setuju
- Jokowi Tidak Kirim Video Untuk NasDem, Surya Paloh Bilang Begini
- Ahmad Ali Sebut Jokowi Tidak Diundang ke Acara Ulang Tahun NasDem
Namun demikian, Surya Paloh mengakui bahwa ia memang ingin memeluk Jokowi pada saat itu tetapi situasinya tidak memungkinkan.
“Ya, bagaimana mau membalas dalam suasana seperti ini, banyak ramai kanan-kiri semuanya. Kalau berdua kan biasa pelukan,” katanya.
“Pertemuan-pertemuan seperti ini barangkali agak berbeda kalau pertemuan berdua,” lanjutnya.
Surya Paloh dan Jokowi merupakan salah satu pejabat Indonesia yang menghadiri perayaan ulang tahun Partai Golkar yang ke-59.
Turut hadir dalam perayaan ulang tahun Partai Golkar adalah Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil, mantan Wakil Presiden (Wapres) Jusuf Kalla, Sekjen PKS Aboe Bakar Alhabsyi, dan Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY).
Disisi lain, Partai Golkar telah membuat koalisi bersama Partai PPP dan Partai PAN yang diberi nama Koalisi Indonesia Bersatu (KIB).
KIB sampai saat ini belum menentukan kandidat Calon Presiden (Capres) dan Calon Wakil Presiden (Cawapres) untuk bertarung pada pemilu mendatang.
Sedangkan Partai NasDem telah mengumumkan Anies Baswedan sebagai Capres pilihannya yang akan maju dalam Pemilu 2024.
Langkah selanjutnya bagi Partai NasDem yaitu memutuskan untuk berkoalisi dengan partai lain agar memenuhi persyaratan ketika mendaftar Capres dan Cawapresnya ke KPU.
Sumber: cnnindonesia.com
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
