Terkini.id, Makassar – Jelang Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2020 yang digelar secara serempak pada masa pandemi COVID-19, Tim Kajian Pemantau Pemilu KAMMI mengeluarkan pandangan yang penting untuk diperhatikan pada 9 Desember mendatang.
Ketua KAMMI Daerah Makassar Rustam menyatakan telah ikut memantau proses Pilkada pada masa pandemi Covid-19 ini dan siap mensukseskan sesuai dengan protokol kesehatan yang ditetapkan.
Lebih lanjut ia memaparkan hasil kajian Tim Pemantau Pemilu, ada 270 daerah ikut dalam proses Pilkada yang akan menerapkan protokol kesehatan sebagaimana telah ditetapkan oleh KPU.
Tahapan Pilkada yang dimulai sejak akhir Agustus hingga awal Desember 2020 ini juga sudah memasuki masa tenang terhitung sejak tanggal 5 Desember hingga proses pemilihan dilakukan pada 9 Desember 2020.
“Prosesnya sudah dijalankan, KPU dan BAWASLU serta pihak yang terkait telah berusaha melaksanakan prosesi Pilkada ini sebaik mungkin dengan menerapkan protokol kesehatan,” paparnya Rustam, Selasa 8 Desember 2020.
- Husniah Talenrang Nonaktifkan 16 Pejabat Termasuk Sekda: Agar Pemerintahan Tertib Sesuai Aturan
- Muncul Narasi Membenturkan Instansi Kemenhut, KPH dan Gakkumhut Tetap Solid Berantas Perambah Hutan
- Menag Nasaruddin Umar Buka Secara Resmi Muktamar V Wahdah Islamiyah dan Kukuhkan 10.000 Guru Qur'an, Ini Pesannya!
- Bupati Jeneponto Tinjau Perbaikan Ruas Jalan Ruku-Ruku di Bangkala
- Husniah dan Ombas Pakai Pengacara Yang Sama Saat Berurusan dengan Polda
Selain itu, kata Rustam, Tim Pemantau Pemilu KAMMI juga menyampaikan beberapa kriteria pemimpin yang penting diperhatikan oleh masyarakat Indonesia, terutama di Kota Makassar yang memiliki 4 pasang kandidat Pilwalkot.
Menurutnya, hal-hal yang penting diperhatikan pada calon pemimpin antara lain, jeli terhadap korporasi dan konglomerasi keluarga berkuasa, penting untuk melihat potensi bahaya dinasti politik, menghindari potensi kandidat yang tendensinya KKN.
Kriteria lainnya, lanjut Rustam, yakni pentingnya memilih pemimpin yang transparan dan terbuka mengenai anggaran, memiliki orientasi pembangunan kota berbasis teknologi, memilih pemimpin ramah serta dekat dengan masyarakat, memiliki dukungan dan keberpihakan ke UMKM, professional dan memiliki track record yang baik dan jelas, serta memiliki pengalaman membangun dan menjabat dipemerintahan.
“9 kriteria ini penting diperhatikan agar pemimpin yang terpilih dapat membawa perbaikan dan menghasilkan kesehatan demokrasi yang digelar dalam suasana Covid-19 tahun ini,” tutupnya.
Citizen Reporter : Nasmi
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
