Terkini.id, Makassar – Ketua RT Kelurahan Malimongan Tua, Kecamatan Wajo, Fajrin, membeberkan sikap sebagian RT/RW yang tidak cerdas dalam memilih calon pemimpin di Pilkada Makassar 2020.
“RT/RW yang meninggalkan Danny Pomanto itu bukan karena pak DP tidak berhasil tapi mereka sedang berusaha memikirkan kepentingan pribadinya semata bukan kepentingan warganya, ” ujar Fajrin, Selasa, 13 September 2020.
Menurutnya, RT/RW dipilih oleh warga untuk menjadi pelayan warga, termasuk dalam menentukan calon pemimpin.
“Ini kan lucu mereka itu tidak mau tahu soal aspirasi warganya tapi lebih kepada kepentingan pribadinya,” terang Fajrin.
Padahal, kata Fajrin, hanya Danny Pomanto yang telah terbukti mengangkat martabat RT/RW. Mulai dari insentif hingga melibatkan RT/RW dalam setiap kebijakan Pemerintah Kota Makassar.
- Air Mata Haru Menetes di Tangan Danrem 141 Toddopuli, Rumah Nyaris Rubuh Kini Kokoh Berkat TMMD Ke-128
- Sulsel Kebagian 25 Sapi Kurban Presiden Prabowo, Gubernur Andi Sudirman: Akan Disalurkan ke Wilayah Prioritas
- Serap Aspirasi Warga Biringkanaya, Anggota DPRD Makassar Odhika Cakra Fokus Kawal Perbaikan Jalan
- Tak Dipeduli Pemdes, Rumah Nyaris Rubuh, Kini Terbangun Kokoh, Pasutri Bersyukur Atas Bantuan TNI
- Bupati Paparkan Keberhasilan Pembangunan Jeneponto Saat Terima Rekomendasi LKPJ 2025
“Mereka lupa diri dan mereka lupa perjuangan pak DP meningkatkan peran-peran RT/RW,” ungkapnya.
Kendati begitu, Fajrin menilai persoalan memilih pemimpin adalah hak pribadi. Namun, sebagai orang yang ditokohkan warga setempat, dirinya mengaku malu bila berpaling dari Danny Pomanto.
“Tapi saya secara pribadi malu ketika disebut tokoh kemudian tidak punya prinsip hidup apalagi rasa terima kasih kepada orang yang telah mengangkat wibawanya,” terang Fajrin.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
