Terkini.id, Makassar – Ketua RT Kelurahan Malimongan Tua, Kecamatan Wajo, Fajrin, membeberkan sikap sebagian RT/RW yang tidak cerdas dalam memilih calon pemimpin di Pilkada Makassar 2020.
“RT/RW yang meninggalkan Danny Pomanto itu bukan karena pak DP tidak berhasil tapi mereka sedang berusaha memikirkan kepentingan pribadinya semata bukan kepentingan warganya, ” ujar Fajrin, Selasa, 13 September 2020.
Menurutnya, RT/RW dipilih oleh warga untuk menjadi pelayan warga, termasuk dalam menentukan calon pemimpin.
“Ini kan lucu mereka itu tidak mau tahu soal aspirasi warganya tapi lebih kepada kepentingan pribadinya,” terang Fajrin.
Padahal, kata Fajrin, hanya Danny Pomanto yang telah terbukti mengangkat martabat RT/RW. Mulai dari insentif hingga melibatkan RT/RW dalam setiap kebijakan Pemerintah Kota Makassar.
- 12 Coach Profesional Resmi Diluncurkan di Makassar, Hadirkan Pengalaman Coaching Langsung untuk Publik
- Eks Pimpinan DPRD Sulsel Klarifikasi Pemanggilan Kejati Sulsel soal Kasus Korupsi Bibit Nanas
- Polres Lutim Selidiki Kasus Provokasi yang Mengganggu Aktivitas Investasi Pertambangan
- Percepatan Tanam Lahan CSR, Kementan Dorong Peningkatan Produksi Pangan Nasional
- Ruas Jalan Makassar-Takalar dan Gowa Capai 26 Persen, Gubernur Sulsel: Progresnya Terus Berjalan
“Mereka lupa diri dan mereka lupa perjuangan pak DP meningkatkan peran-peran RT/RW,” ungkapnya.
Kendati begitu, Fajrin menilai persoalan memilih pemimpin adalah hak pribadi. Namun, sebagai orang yang ditokohkan warga setempat, dirinya mengaku malu bila berpaling dari Danny Pomanto.
“Tapi saya secara pribadi malu ketika disebut tokoh kemudian tidak punya prinsip hidup apalagi rasa terima kasih kepada orang yang telah mengangkat wibawanya,” terang Fajrin.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
