Jenasah Terduga Terpapar Covid-19 di Ambil Paksa, Ini Penjelasan Dirut RS Labuang Baji

Jenasah Terduga Terpapar Covid-19 di Ambil Paksa, Ini Penjelasan Dirut RS Labuang Baji

R
Joe Fritz
Redaksi

Tim Redaksi

Jenasah Terduga Terpapar Covid-19 di Ambil Paksa, Ini Penjelasan Dirut RS Labuang Baji
Dirut RS Labuang Baji

Terkini.id, Makassar – Postingan video berdurasi 3:56 menit di akun Firman Saragih tertanggal 5 Juni 2020, membuat tim media mencari tahu kebenaran postingan tersebut. Dari berbagai sumber di media sosial Facebook di ketahui adanya jenasah yang diambil dari Rumah Sakit Labuang Baji dan jenasah tersebut di bawa berjalan kaki ke jalan Rajawali.

Tim media mencoba mencari tahu di Rumah Sakit Labuang Baji dan Direktur Rumah Sakit Labuang Baji, Mappatoba menegaskan insiden pengambilan jenasah pasien atas nama Muhammad Yunus yang beralamat di jalan Rajawali pada tanggal 5 Juni lalu benar dan ada indikasi jenasah terduga covid-19, berjalan begitu sangat cepat.

Jenasah Terduga Terpapar Covid-19 di Ambil Paksa, Ini Penjelasan Dirut RS Labuang Baji
“Jadi kronologinya pasien atas nama Muhammad Yunus umur 49 tahun masuk dan dirawat di rumah sakit Labuang Baji pada tanggal 4 juni lalu dengan keluhan sesak dan nyeri dada, sehingga sesuai standar operasional prosedur (SOP) maka dilakukan pemeriksaan laboratorium dan hasilnya ada indikasi infeksi yang mengarah ke covid-19 jadi dirawat diruang isolasi,” ungkap Mappatoba.

Ia menjelaskan pasien ini rencananya akan dilakukan pemeriksaan Swab pada pagi harinya tanggal 5 juni, namun keburu meninggal dunia, dan tidak berlangsung lama sekitar pukul 9.45 pagi ratusan massa langsung masuk ke ruang perawatan dan mengambil jenasah almarhum Muhammad Yunus.

“Jam 9 pagi pasien meninggal dan sesuai prosedur tetap dilakukan swab dan segera disampaikan ke tim gugus tugas, namun sekitar jam 9,45 pagi, kami kaget, tiba-tiba massa yang berjumlah sekitar 100 orang langsung masuk ke dalam ruang perawatan dan mengambil jenasah, bahkan tidak mengubris anak almarhum yang menjaga, ujar tambahan Mappatoba.

Mappatoba lebih jauh mengaku, bahwa massa yang membawa jenasah almarhum Muhammad Yunus ini bahkan membawa branker serta wadah tempat penampungan swab dan kemudian ditemukan petugas dijalan.

“Pada saat kejadian kami sudah menghubungi pihak babinsa dan polsek setempat, tapi karena berjalan begitu cepat, massa bahkan membawa branker dan tempat penampungan swab dan baru ditemukan di jalan oleh petugas, imbuh Mappatoba

Direktur RS Labuang Baji ini menambahkan, peristiwa ini pertama kali terjadi, sejak tanggal 18 Maret lalu telah banyak merawat pasien baik, PDP, ODP maupun Positif Covid dan sudah banyak yang dinyatakan sembuh setelah hasil swab sebanyak dua kali.

“Sekali lagi sesuai protap, kami telah menghubungi Gubernur Sulsel termasuk tim Gugus Tugas untuk menelusuri alamat almarhum untuk dilakukan penanganan lebih lanjut, tambah Mappatoba

“Atas kejadian ini, kami tentunya tetap melakukan perawatan pasien dari manapun serta meminta penambahan petugas pengamanan baik TNI, maupun kepolisian, karena kasihan dokter dan perawat yang betugas bisa pengaruhi psikologinya, apa lagi RS Labuang baji adalah RS pusat rujukan nasional, ” tutup Direktur RS Labuang Baji

Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.