Terkini.id, Jakarta – Mantan Sekretaris Kementerian BUMN, Muhammad Said Didu mengkritik keras Menteri Perdagangan (Mendag) Muhammad Lutfi usai meminta maaf karena tidak bisa mengatasi mafia minyak goreng.
Said Didu mengatakan jika pernyataan Mendag itu adalah bukti bahwa negara dan pemerintahan saat ini telah berhasil dikuasai oleh para cukong kekuasaan.
Said didu menyayangkan tindakan yang dilakukan oleh Mendag Lutfi karena tidak bisa mengatasi permasalahan minyak goreng yang selama ini menjadi penderitaan rakyat.
Kritikan Said Didu dilontarkan melalui sebuah cuitan di media sosial Twitter yang dipublikasikan melalui akun pribadinya @msaid_didu sebagaimana dilihat pada, Jumat 18 Maret 2022.
“pernyataan pak Mendag bahwa beliau tidak kuat melawan mafia minyak goreng menjadi fakta bahwa pemerintah sekarang betul-betul sudah ditangan para cukong kekuasaan”, cuit Said Didu.

- Kabar Rencana PPN Naik Jadi 12 Persen Tahun 2025, Said Didu: Pemerasan Rakyat
- Pemerintahan Jokowi Habiskan Rp 2.778 Triliun Bangun Tol Hingga Bandara, Said Didu: Ini Kebohongan Publik
- Said Didu Sorot Permintaan Jokowi ke China Terkait IKN hingga Singgung Kereta Cepat
- Kritik Subsidi Mobil Listrik, Said Didu Berikan Contoh Alur Merampok Rakyat Melalui Kebijakan
- Stafsus Kemenkeu Disemprot Said Didu Usai Bahas Dana Pajak
Selain itu, Said Didu juga berharap Parpol dan pimpinannya memiliki tindakan yang bisa melawan cukong dan menyelamatkan NKRI.
“Semoga para tokoh dan pimpinan Parpol masih tersisa ruang di hatinya untuk selamatkan NKRI dari para cukong”, cuitnya lagi.
Seperti diketahui, Mendag Lutfi menyampaikan permohonan maafnya kepada masyarakat karena tidak bisa mengontrol mafia minyak goreng hingga membuat rakyat harus kesusahan mendapatkan pasokan minyak goreng.
“Dengan permohonan maaf Kementerian Perdagangan tidak dapat mengontrik karena ini sifat rakus manusia dan jahat”, kata Mendag Lutfi, dikutip dari laman CNN Indonesia.
Mendag Lutfi juga mengatakan jika pihaknya memiliki keterbatasan wewenang dalam undang-undang untuk mengusut tuntas masalah mafia dan spekulan minyak goreng.
Olehnya itu, Mendag Lutfi meminta kepada Satuan Tugas (Satgas) Pangan Polri untuk mengusut tuntas mafia dan spekulan minyak goreng. Dia mengatakan jika kebijak yang bisa ia ambil hanya sebatas mengatur pasokan.
“Sementara ini kami punya datanya tapi datanya sedang diperiksa oleh polisi, oleh Satgas Pangan, tetapi keadaannya sudah menjadi sangat kritis dan ketegangan yang mendesak”, katanya lagi.
Dia meyakini jika ada mafia dan spekulan yang menimbun dan menyelundupkan minyak goreng, pasaknya minyak goreng yang sudah digelontorkan usai penetapan HET dan Domestic Market Obligation (DMO) seharusnya sudah mencukupi kebutuhan, tapi malah menjadi langka.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
