Terkini.id, Jakarta – Seperti diketahui, seiring dengan pelonjakan kasus Covid-19 yang cukup signifikan, belakangan ini turut muncul pula perdebatan terkait efektivitas vaksin yang selama ini digunakan di Indonesia.
Kekhawatiran di kalangan masyarakat kian menebal dengan maraknya varian baru Covid-19 yang sudah ditemukan di Tanah Air.
Sebagai informasi, Indonesia sejak Januari 2021 ini telah menggunakan tiga jenis vaksin untuk program vaksinasi nasional.
Ketiga jenis vaksin tersebut, yaitu Sinovac yang berasal dari perusahaan China, AstraZeneca dari Inggris, dan Sinopharm yang juga dari Tiongkok.
Namun, dari ketiga jenis Vaksin tersebut, yang sudah banyak digunakan untuk vaksinasi gratis adalah Sinovac.
- Usai Dilantik Presiden Jokowi, Kepala BPOM Taruna Ikrar Langsung Tancap Gas
- Putri Mantan Bupati Bantaeng Sambut Presiden Jokowi
- Kunjungi Desa Layoa, Presiden Jokowi Jalan di Atas Slag Nikel Huadi Group
- Presiden Jokowi Resmikan Bendungan Pamukkulu di Kabupaten Takalar
- Presiden Jokowi Makan Siang di RM Aroma Laut Bantaeng
Nah, kini lantas muncul anggapan bahwa efektivitas vaksin tersebut menurun. Bahkan tak sedikit yang meragukan vaksin itu dapat melawan Covid-19 varian baru.
Dikatakan bahwa efektivitas vaksin Sinovac dibawah lima puluh persen, meskipun data resmi yang diumumkan BPOM sebelumnya menyebut vaksin tersebut memiliki efektivitas diatas 60 persen.
Seakan menjawab berbagai keraguan yang mencuat di masyarakat terkait vaksin mana yang terbaik saat ini, Presiden Joko Widodo alias Jokowi turut angkat bicara dan mengungkap jawabannya.
Dilansir terkini.id dari Galamedia pada Senin, 19 Juli 2021, Presiden Jokowi melalui unggahan di Instagram-nya pada hari ini mengungkapkan ihwal vaksin yang terbaik untuk digunakan masyarakat.
Ia mengatakan bahwa vaksin yang terbaik adalah vaksin yang sudah tersedia dan secepatnya bisa didapatkan.
“Vaksin apa yang terbaik untuk menghadapi Covid-19?” tanya Presiden Jokowi retorik.
“Jawabannya sederhana: vaksin terbaik adalah vaksin yang sudah tersedia dan paling cepat anda dapatkan,” sambungnya.
Lebih lanjut, ia mengimbau agar masyarakat segera melakukan vaksinasi dan tetap mematuhi prpotokol kesehatan agar kita dapat segera mengakhiri pandemi Covid-19.
“Mari segera dapatkan vaksinasi seraya tetap mematuhi protokol kesehatan. Hanya dengan itulah kita bersama-sama dapat mengakhiri pandemi ini,” pungkas Presiden Jokowi.
Sebelumnya, terkait isu miring terkait efektivitas vaksin Sinovac, juru bicara vaksinasi Covid-19 Kemenkes, dr. Siti Nadia Tarmizi, angkat bicara.
Ia mengatakan bahwa tidak boleh membuat asumsi pribadi terkait efektivitas vaksin, apalagi mengatakan vaksin Sinovac tidak efektif.
Nadia mengatakan, untuk membuktikan hal itu, maka perlu dilakukan uji klinis. Sementara hingga saat ini, disebutkan belum ada keterangan atau rilis resmi WHO yang mengatakan bahwa vaksin Sinovac tidak efektif untuk melawan Covid-19.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
