Terkini.id, Jakarta – Rusia dan AS beserta Sekutu Baratnya, saling memanas-manasi dengan jet tempur pembawa senjata mematikan bernama nuklir.
Pasalnya, Rusia telah melakukan manuver militer udaranya untuk meneror Swedia dengan mengirim empat pesawat tempur, yakni dua jet Sukhoi Su-24 dan dua pesawat tempur Sukhoi Su-27.
Tidak mau tertekan Rusia, angkatan udara Swedia langsung mengirim balasan Jet Swedia JAS 39 Gripen. Beruntung, apa yang diduga dilakukan Rusia ini tidak sampai memancing saling serang.
Dilansir dari PikiranRakyat.com, Jumat 1 April 2022, Amerika Serikat (AS) pun langsung mengirim pasukan nuklirnya ke langit Rusia, atas manuver provokasi yang dilakukan Rusia.
Dalam sebuah laporan, militer AS membawa bom nuklir dan terlihat terbang masuk dekat perbatasan Rusia. AS rupanya tak main-main pada Rusia. Dengan kejadian tersebut, semua kemungkinan bisa terjadi.
Dengan pengiriman pesawat tempur AS pembawa nuklir ke Rusia, itu menjadi pesan penting kepada Vladimir Putin.
Masih dalam rilisan Pikiranrakyat, berikut komentar dari para pakar tentang situasi saat ini di mana jet tempur pembawa nuklir sudah disiagakan di masing-masing pangkalan.
1. Bentuk teror Rusia
Apa yang dilakukan Rusia memantik reaksi dari Veteran Swedia berpangkat letnan kolonel, Jörgen Elfving.
Dia secara tegas mengatakan, insiden itu menimbulkan pertanyaan apakah Swedia harus berada dalam bagian NATO.
Jörgen Elfving menilai, tidak semua negara yang memproduksi nuklir bisa memamerkannya secara sembarangan, apalagi meneror negara lain.
“Jika Anda sekarang memiliki sistem senjata yang dapat membawa senjata nuklir dan melakukan ancaman, jelas itu bukan peristiwa sehari-hari. Apakah kita harus bersama NATO,” kata Jörgen Elfving mempertanyakan.
2. Swedia segera tindak tegas
Menteri Pertahanan Swedia, Peter Hultqvist mengatakan, apa yang dilakukan Rusia sama sekali tidak dibenarkan.
Dia menilai, Rusia telah melanggar kedaulatan negaranya, dan hal tersebut akan menimbulkan risiko.
“Pelanggaran Rusia terhadap wilayah udara Swedia tentu saja sama sekali tidak dapat diterima,” kata dia.
Negara melalui kementrian, kata Jörgen Elfving, akan memberi tindakan tegas atas apa yang dilakukan militer Rusia.
“Jelas, ini akan mengarah pada tanggapan diplomatik yang tegas dari Swedia,” katanya.
Peter Hultqvist meminta siapapun untuk saling menghormati kedaulatan negara lain.
3. Semua bisa terjadi
Kepala Angkatan Udara, Carl-Johan Edström melihat sangat serius tentang manuver Rusia ke negaranya.
Carl-Johan Edstrom mengatakan, serangan Rusia ke negaranya tidak profesional dan tidak bertanggung jawab.
“Ini adalah tindakan tidak profesional dan tidak bertanggung jawab dan sangat berbahaya dari pihak Rusia,” kata Kepala Angkatan Udara, Carl-Johan Edström.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
