Terkini.id, Jakarta – Presiden Rusia Vladimir Putin memperingatkan Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden bahwa sanksi Barat terhadap Moskow akan menjadi kesalahan besar dan dapat memutus hubungan kedua negara.
Hal tersebut disampaikan Putin dan Biden berbicara lewat telepon membahas krisis di Ukraina dan ketegangan antara AS dan Rusia.
Menurut Kremlin, sebutan bagi pusat pemerintahan di Moskow, Rusia puas dengan hasil pembicaraan telepon tersebut.
Penasihat Presiden Yuri Ushakov mengatakan pembicaraan difokuskan pada jaminan keamanan yang diinginkan Moskow dari Barat terkait pengerahan pasukan Rusia di dekat perbatasan Ukraina.
Biden pun tampaknya setuju bahwa Moskow memerlukan jaminan itu dan sepertinya serius dengan negosiasi meskipun perbedaan pendapat masih ada dan kemungkinan kompromi masih belum jelas hingga kini.
- Serangan Rudal Rusia Menyebabkan Pemadaman Listrik di Sebagian Besar Ukraina
- Presiden China Tolak Makan Malam Bersama Putin-Erdogan, Kenapa?
- Megawati: Kita Terkuat di Asia Tenggara Zaman Bapak Saya!
- Tak Digubris Amerika dan Inggris, Megawati Telpon Putin, Dikasih Peralatan Perang
- Undang-Undang Telah Ditandatangani Presiden Rusia, Putin Larang Kripto dan NFT sebagai Alat Pembayaran
Sementara Rusia telah memicu kekhawatiran negara-negara Barat dengan pengerahan puluhan ribu tentara di dekat perbatasannya dengan Ukraina dalam dua bulan terakhir.
Moskow bahkan membantah rencana untuk menyerang Ukraina dan mengatakan adalah haknya untuk menggerakkan pasukan di negara sendiri jika dipandang perlu. Dilansir dari Okezone. Jumat, 31 Desember 2021.
AS telah berulang kali memperingatkan Moskow bahwa Washington akan memberikan sanksi yang sangat berat jika Rusia melancarkan serangan baru ke Ukraina.
Ancaman itu, kata Ushakov, juga ditegaskan lagi oleh Biden selama berbicara dengan Putin pada Kamis. Putin mengatakan pada Biden bahwa sanksi itu bisa memutuskan hubungan AS dan Rusia.
“Presiden kami segera menanggapi (ancaman sanksi itu) bahwa jika Barat memutuskan –dalam situasi ini atau situasi yang lain– untuk menerapkan sanksi baru seperti yang telah disebutkan, maka hal itu dapat memutus hubungan kedua negara dan menyebabkan kerusakan paling serius antara Rusia dan Barat,” kata Ushakov.
“Presiden kami juga mengatakan bahwa hal itu akan menjadi kesalahan yang akan dilihat oleh keturunan kita sebagai kesalahan yang amat besar,” tuturnya.
Moskow, yang khawatir jika Barat mempersenjatai kembali Ukraina, mengatakan pihaknya menginginkan jaminan yang mengikat dari aliansi militer NATO tentang ekspansi dan pengerahan senjata mereka di Eropa timur.
Di sisi lain, Rusia dijadwalkan akan menggelar pertemuan soal jaminan yang diinginkannya itu dengan AS di Jenewa pada 10 Januari, dengan NATO di Brussels pada 12 Januari, dan satu pertemuan lagi di bawah naungan Organisasi Keamanan dan Kerja Sama Eropa di Wina pada 13 Januari.
Ushakov mengatakan pembicaraan telepon pada Kamis itu telah menciptakan “atmosfer yang baik” jelang serangkaian pertemuan tersebut. Rusia mencaplok Krimea dari Ukraina pada 2014 dan mendukung pemberontak pro-Rusia pada tahun yang sama ketika pemerintah di Kiev kehilangan kendali atas Ukraina selatan.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
