Terkini.id, Jakarta – Ketua Tim Kuasa Hukum Edy Mulyadi, Herman Kadir, mengatakan bahwa Edy Mulyadi siap dan berani datang ke Kalimantan untuk meminta maaf asalkan ada jaminan keamanan.
Menanggapi hal tersebut, Juru Bicara Aliansi Borneo Bersatu Rahmat Nasution Hamka. Ia mengatakan akan memastikan keamanan Edy Mulyadi, jika ingin benar-benar meminta maaf dan mengiikuti siding adat.
Namun, hal yang paling krusial, menurut Rahmat, adalah Edy harus terlebih dahulu menunjukkan keinginannya yang tulus untuk berkunjung ke Kaltim. Akibatnya, orang Dayak dapat menyaksikan pengakuan bersalahnya yang sebenarnya.
“Sehingga saya juga bisa meyakinkan suku bangsa Dayak bahwa ini bisa dilaksanakan ,” kata Rahmat.
Dilansir Tempoco. Minggu, 30 Januari 2022, dia menegaskan, pelaku harus hadir di tempat persidangan dalam setiap persidangan, termasuk pengadilan biasa. Akibatnya, penyelenggara sidang akan memastikan bahwa proses berlangsung tanpa hambatan dan dengan cara yang aman.
- Kasus Edy Mulyadi Kalimantan Tempat Jin Buang Anak Memicu Keresahan Masyarakat
- Edy Mulyadi Terseret Kasus Ujaran Kebencian, Polisi: Penyelidikan Proses Tahap II!
- Haikal Hassan, Alfian Tanjung dan Edy Mulyadi: Kami Akan Lakukan Sesuatu ke Negara
- Buntut Pakai Atribut Sunda, Ridwan Kamil Geram ke Edy Mulyadi: Jangan Pakai Simbol Mulia untuk Rendahkan Peradaban!
- Ahli Hukum Tata Negara Benarkan Arteria Tidak Bisa Dipidana: Kiamat Kalau Anggota DPR Dihukum
“Berarti yang menyelenggarakan peradilan adat pasti akan menjaga kelancaran, proses semua itu berjalan secara lancar, aman, dan terkendali,” ujarnya.
Jika Edy memang datang ke Kalimantan nanti, Rahmat mengaku juga siap menjadi bahan olok-olok para pemuka adat dan masyarakat Dayak pada umumnya.
“Nanti saya akan menyakinkan teman-teman saudara-saudara sesuku sebangsa Dayak bahwa ini ada keinginan yang tulus dan nanti kita akan rumuskan,” tegas dia.
Karena kelompok etnis asli begitu besar, dia percaya sangat penting untuk membangun dialog pada awalnya. Dia menunjukkan bahwa Kalimantan adalah rumah bagi setidaknya 400 lebih kelompok sub-etnis Dayak.
“Sehingga nanti saya juga akan berkoordinasi kepada tetua-tetua adat yang secara kultural, damang, mantir, temanggung,” tegasnya.
Dia memastikan, jajaran struktural Dayak seperti Majelis Adat Dayak Nasional, Dewan Adat Dayak dan lembaga-lembaga adat dayak lainnya akan menjaga keamanan sidang adatnya jika dia tulus meminta maaf atas ucapan jin buang anak di wilayah ibu kota negara (IKN) baru.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
