Makassar Terkini
Masuk

Jika PDIP Jadi Oposisi Jokowi, Bukan Tidak Mungkin Puan Akan Semakin Berkibar dan Bersinar

Terkini.id, Jakarta – Pengamat politik, Saiful Anam mengatakan bahwa jika PDIP memutus hubungan dengan Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan menjadi partai oposisi, maka bukan tidak mungkin Puan Maharani akan semakin berkibar dan bersinar.

Awalnya, Saiful Anam menyinggung bahwa PDIP kini tengah dibayang-bayangi oleh ketakutan akan kekuatan Ganjar Pranowo yang elektabilitasnya lebih tinggi dibanding Puan.

Ketakutan itulah, kata Saiful, yang mendorong PDIP untuk gencar mengiklankan Puan Maharani melalui pemasangan baliho.

Bukan hanya itu, sikap Puan yang belakangan aktif mengkritik kebijakan Pemerintahan Jokowi juga dinilai Saiful sebagai upaya mendapat perhatian dari masyarakat karena ketakutan atas kekuatan Ganjar.

“Alasan bertebarannya baliho-baliho Puan sampai dia berani akting mengkritik kebijakan Jokowi itu bagian dari bayang-bayang ketakukannya terhadap hegemoni kekuatan Ganjar yang makin tidak terbendung di PDIP,” katanya pada Sabtu, 14 Agustus 2021, dilansir dari RMOL.

Belum lagi, lanjut Saiful Anam, ia mendengar ada informasi valid terkait adanya dukungan Presiden Jokowi kepada Ganjar Pranowo untuk maju di Pilpres 2024. 

Oleh karena itu, ia menyarankan kepada PDIP untuk mengambil langkah berani jika ingin tetap membawa Puan Maharani ke kancah Pilpres 2024.

“Saya menyarankan PDIP segera memutus hubungan dengan Presiden Jokowi dan mengubah peta koalisi, yakni PDIP bisa saja menjadi partai oposisi dari pemerintahan Jokowi,” katanya.

Saiful Anam menilai bahwa jika PDIP masih menggaet Jokowi, kans Puan untuk bersinar di Pilpres 2024 akan semakin kecil.

“Kalau PDIP memutus hubungan dengan Jokowi, bukan tidak mungkin Puan semakin berkibar dan bersinar,” ujarnya.

Menurutnya, hal itu bisa terjadi karena publik akan menganggap Puan sebagai sosok yang berani melawan kekuasaan dan mementingkan rakyat daripada kepentingan kekuasaan.

Diketahui, berdasar survei Charta Politika yang diselenggarakan pada 12 hingga 20 Juli 2021, Ganjar memperoleh suara konstituen PDIP yang lebih banyak dari Puan.

Ganjar meraup 44,7 persen, berbeda jauh dengan perolehan Puan Maharani yang hanya dipilih 4,8 persen oleh konstituen PDIP.