Jogja Darurat Klitih! Anak Anggota DPRD Jadi Korban Hingga Tewas, Warganet: Degradasi Moral, Jangan Dibiarkan!

Jogja Darurat Klitih! Anak Anggota DPRD Jadi Korban Hingga Tewas, Warganet: Degradasi Moral, Jangan Dibiarkan!

R
Alhini Zahratana
Redaksi

Tim Redaksi

Terkini.id, Jakarta – Kasus Klitih di Jogja kembali meresahkan pemuda Kota Budaya itu. Pasalnya baru-baru ini, anak anggota DPRD Kebumen Madkhan Anis, berinisial D (18), tewas akibat kejahatan klitih di Jalan Gedongkuning, Yogyakarta.
 
Polisi menduga bahwa perbuatan klitih itu dipicu kejar-kejaran motor antarkelompok korban dan pelaku.
 
Direskrimum Polda DIY Kombes Ade Ary Syam Indradi menyebut kejadian tersebut bermula saat kelompok korban yang berjumlah tujuh orang dengan menggunakan 5 sepeda motor mampir ke warmindo. Lokasinya tak jauh dari tempat kejadian perkara (TKP) penganiayaan.

“Kelompok korban ini kok mampir di sebuah warmindo warung makan. Sebagian ada yang memproses untuk memesan makanan, sebagian besar belum sempat menyetandarkan motornya,” kata Ary di Mapolda DIY  dilansir dari laman Detik pada Senin, 4 April 2022.

Dia menyebut tak lama setelah itu, kelompok pelaku datang menggunakan motor,  memainkan gas motornya. Lantaran tak terima, kelompok korban lantas mengejar kelompok pelaku.

Namun, kata Ary, ternyata kelompok pelaku berhenti dan memutar sambil menunggu kelompok korban di TKP. Saat itu, pelaku menyerang dengan benda tajam dan mengenai korban yang berada di motor kedua.

“Nah korban berada di motor kedua, posisi dibonceng di belakang karena yang membonceng mengelak kena ke mukanya korban. Sehingga korban mengalami luka di mukanya akibat kekerasan benda tajam yang diduga berdasarkan keterangan para saksi itu menggunakan gir dan menggunakan tali,” jelasnya.

“Nah hal inilah yang menjadi pemicu karena membleyer. Kelompok korban ini akhirnya berusaha mengejar kelompok pelaku ke arah utara di Jalan Gedongkuning ke arah utara. Empat motor yang mengejar dari kelompok korban,” katanya.

Baca Juga

Ternyata, lanjut Ary, kelompok pelaku itu berhenti dan memutar balik menunggu kelompok korban ini tiba di TKP. Motor pertama dari kelompok korban tidak sempat terkena pukulan benda tajam.

Nahas, korban yang berada di motor kedua terkena sabetan benda diduga gir di bagian muka. Setelah mengenai muka korban, para pelaku kemudian melarikan diri ke arah selatan.

“Nah korban berada di motor kedua, posisi dibonceng di belakang karena yang membonceng mengelak kena ke mukanya korban. Sehingga korban mengalami luka di mukanya akibat kekerasan benda tajam yang diduga berdasarkan keterangan para saksi itu menggunakan gir dan menggunakan tali,” urainya.

Korban sempat mendapatkan pertolongan dari Direktorat Sabhara Polda DIY yang sedang berpatroli dan sempat dibawa ke Rumah Sakit Hardjolukito. Namun akhirnya korban meninggal dunia di rumah sakit.

Sejauh ini, Ary dan jajarannya telah meminta keterangan pada sejumlah saksi sekaligus telah melakukan 3 kali olah TKP. 

“Kita masih dalami dan kita masih menelusuri jejak-jejak apakah terlihat di CCTV dan sebagainya,” Sambungnya.

Menanggapi adanya insiden ini, warganet turut memberi komentar. Sebagiannya memberi sinyal agar aparat lekas mengedukasi remaja yang berpotensi melakukan tindak kejahatan klitih.

“Klitih terus tekan kiamat Seperti nyawa manusia tidak ada harganya ditangan remaja – remaja modelan begini” tulis akun @Upil_Jaran2.
 
 “Degradasi moral, mana pelaku ada yang masih dibawah umur. Ini sudah meresahkan banget Jogja darurat klitih” tulis akun lain @Ivyklaa.
 
“Di Jogja, masalah klitih seperti dibiarin. Hari pertama puasa kemaren pun masih makan korban” tulis akun lainnya @zoelfick.

Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.