Makassar Terkini
Masuk

Ferdy Sambo Disebut Siksa Brigadir J Sebelum Tewas, Johannes Suryo: Ini Jelas Pengecut!

Terkini.id, Jakarta – Mantan Kepala Staf Umum (Kasum) TNI Letnan Jenderal (Purn) Johannes Suryo Prabowo belum lama ini turut soroti kasus Brigadir J yang didalangi Ferdy Sambo yang kian berbuntut panjang.

Hal tersebut disampaikan melalui sebuah cuitan di akun media sosial Twitter miliknya.

Dalam cuitannya, Johannes Suryo menyebutan bahwa  tak habis pikir dengan apa yang dilakukan Ferdy Sambo kepada Brigadir J.

Ia juga menilai kalau Ferdy Sambo itu pengecut.

“Bila benar yang terjadi seperti ini jelas bahwa FS itu pengecut,” kata dia dari Twitter @JSuryoP1. Selasa, 15 Agustus 2022.

Seperti yang diketahui sebelumnya bahwa Burhanuddin mantan kuasa hukum Bharada E membongkar  detik -detik Brigadir Yosua Hutabarat alias Brigadir J dihabisi di rumah dinas Irjen Ferdy Sambo di kawasan Duren Tiga, Jakarta Selatan.

“Diapakan dulu rambutnya,” kata M Burhanuddin menirukan ucapan Ferdy Sambo yang diceritakan Bharada E. Dikutip dari Populis.

Setelah menjambak rambut Brigadir J, Ferdy Sambo yang melihat Bharada Eliezer yang  ada di Tempat Kejadian itu langsung memberi perintah untuk menembak pemuda asal Jambi itu. 

“Woi tembak, tembak dia, tembak gitu,” katanya lagi.

Setelah Brigadir J tewas pistol almarhum yang masih tersimpan di dalam mobil juga diambil menggunakan sarung tangan, untuk membuat skenario aksi tembak-tembakan yang kemudian terbongkar. 

Adapun Ferdy Sambo kini telah ditetapkan menjadi tersangka dalam kasus ini, dalam dalam pemeriksaan di Mako Brimob pekan lalu, jenderal bintang dua itu mengaku menghabisi anak buahnya itu karena faktor sakit hati.

Dia bilang Brigadir J telah melecehkan istrinya Putri  Candrawathi ketika mereka sedang di Magelang. 

Namun pernyataan itu dibantah habis-habisan oleh Pengacara keluarga Brigadir Joshua, Kamaruddin Simanjuntak. Pria Tapanuli itu dongkol sejadi-jadinya dengan pernyataan Irjen Ferdy Sambo yang mengaku menghabisi Brigadir J lantaran yang bersangkutan  melakukan perbuatan yang merusak martabat keluarganya.

Kamaruddin mengatakan pernyataan Ferdy Sambo menunjukkan jenderal bintang dua itu kian panik lantaran kasus pembunuhan Brigadir J yang penuh rekayasa itu semakin terang benderang.

Lantaran panik Sambo kata Kamaruddin terus membuat kebohongan baru untuk menutupi kebohongan sebelumnya. 

“Pembohong panik,” kata Kamaruddin.