Makassar Terkini
Masuk

Tagih Janji Jokowi, Politisi PKS Katakan Posisi Wamen Sungguh Boros Anggaran: Janjinya Bentuk Kabinet yang Ramping, Tak Sesuai Janji!

Terkini.id, Jakarta – Anggota DPR RI Fraksi PKS Bukhori Yusuf menagih janji jokowi yang pernah diucapkan pada tahun 2014 lalu tentang membentuk susunan kabinet yang ramping.

Ya, akhir tahun memang menjadi momen krusial yang dimanfaatkan oleh para politisi untuk mengkritisi atau mengevaluasi kinerja pemerintah dalam memimpin Indonesia.

Nah, seperti itulah Bukhori Yusuf yang memanfaatkan momentum akhir tahun untuk mengevaluasi beberapa janji Jokowi yang belum terealisasi.

Ia secara khusus menyoroti beberapa janji Presiden Jokowi yang dinilainya masih jauh dari realisasi selama dua periode kepemimpinan.

Anggota Komisi VIII DPR RI itu menagih janji Jokowi terkait susunan kabinet yang ramping saat Pilpres 2014 lalu.

Bukhori menyandingkan janji tersebut dengan terbitnya Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 110 tahun 2021 tentang Kementerian Sosial di mana dalam Perpres tersebut mengatur soal jabatan Wakil Menteri Sosial.

Ia mengatakan bahwa sejatinya Wamen membuat postur kabinet menjadi semakin gemuk, dan posisi dari tingkat kegentingannya dinilai belum terlalu mendesak.

Terlebih, dalam keterangannya belum lama ini, Menteri Sosial Tri Rismaharini mengaku posisi wakil menteri di instansinya bukan atas dasar keinginannya, melainkan atas kewenangan Presiden.

“Kinerja menteri sebenarnya telah terbantu dengan adanya sekjen, dirjen, maupun stafsus,” papar Bukhori, Kamis, 30 Desember 2021 melansir Gelora.

“Posisi wamen ini patut dipersoalkan, karena selain akan berdampak pada pemborosan anggaran di saat kondisi APBN sedang kritis,” ujarnya.

“Adanya posisi itu semakin menunjukan Presiden Jokowi yang semakin menjauhkan perbuatannya dari apa yang pernah dijanjikan pada 2014 lalu, yaitu membentuk susunan kabinet yang ramping,” pungkasnya.