Terkini.id, Jakarta – Netizen menanggapi soal Presiden Joko Widodo alias Jokowi yang menargetkan Indonesia bisa memproduksi mobil listrik beberapa tahun ke depan.
Beberapa netizen mengaku sudah kapok percaya dengan janji Jokowi sebab mobil Esemka saja hingga kini belum nampak meluncur di jalanan-jalanan Indonesia.
Berikut beberapa komentar yang dikumpulkan Terkini.id di unggahan Twitter CNN Indonesia:
“Cukup sudah kena PHP gw dengan mobil esemka aje,kagak mau lagi gw kenak PHP yang kedua kalli masalah mobil,” kata @PutraErlang***.
“Mobil ESEMKA kelarin dulu pak dhe. Kalo sudah beres baru bicara yang lain,” lata @AliDaval***.
- Proyek Strategis Nasional Bendungan Lausimeme yang Diresmikan Jokowi Digarap Perusahaan Konstruksi KALLA
- PLN Pastikan Pasokan Listrik Tanpa Kedip saat Jokowi Resmikan RS Vertikal Makassar
- Andil Andi Sudirman Sulaiman di Balik Rumah Sakit OJK yang Akan Diresmikan Jokowi di Makassar
- Dua Putra Asal Kabupaten Pangkep Dilantik Jokowi Jadi Perwira TNI AD
- Presiden Jokowi Pantau Pemberian Bantuan 300 Unit Pompa untuk Petani di Bone
“Yang ngantri diwujudkan buanyakkkk banget, sekarang nambah mimpi lagi…kapan bangun tidurnya sih??? Kasihan esemka nya mpe karatan belum ngaspal juga,” kata @Wahyu_Djan***.
“Esemka aja cuma boongan, apalagi mobil listrik mimpi,” kata @roypropert***.

Dilansir dari CNN Indonesia, Presiden Jokowi menargetkan dalam tiga sampai empat tahun lagi, Indonesia akan mampu memproduksi mobil listrik, hasil dari integrasi industri di dalam negeri.
Ia mengungkapkan bahwa saat ini, pemerintah mulai menghentikan ekspor material mentah, seperti bijih nikel agar dapat diolah menjadi barang jadi atau setengah jadi di Indonesia.
Ke depan, kata Jokowi, Pemerintah juga bakal melarang bauksit, tembaga, dan timah dengan tujuan membangun industri yang menghasilkan nilai tambah.
Nanti, harapannya, Indonesia akan mampu memproduksi baterai lithium hingga mobil listrik dalam beberapa tahun ke depan.
“Di sini ada tembaga, nikel, besi baja, mengintegrasikan baterai lithium dijadikan lagi mobil listrik, nilai tambah bisa berlipat-lipat. Itu yang belum dilakukan dan itu akan kejadian insyaallah di 3-4 tahun lagi,” ujarnya kepada Rakornas Kementerian Investasi, Rabu, 24 November 2021.
Presiden Jokowi juga mengatakan bahwa pemerintah harus tegas melarang ekspor Sumber Daya Alam (SDA) mentah ke luar negeri guna memaksa hilirisasi di Indonesia.
Ia menilai bahwa dengan menjual barang jadi atau setengah jadi, nilai tambah yang bisa diraup bisa beberapa kali lipat.
Selain menekan neraca perdagangan, Jokowi menyebut pemerintah juga bisa mendapat pendapatan tambahan dari royalti, pendapatan negara bukan pajak (PNBP), bea keluar, hingga PPN.
Ia mencontohkan bahwa untuk komoditas timah, nilai ekspor 4 tahun lalu hanya US$1,1 miliar.
Sedangkan, pada tahun ini, Jokowi targetkan ekspor timah bisa menembus US$20 miliar karena sudah mengekspor dalam bentuk jadi atau setengah jadi.
“Dari kira-kira Rp15 triliun jadi Rp280 triliun, itu yang namanya nilai tambah di situ,” katanya.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
