Tim TP3 Laskar FPI ke DPR: Jangan Manfaatkan Rakyat saat Pencoblosan Saja

Terkini.id, Jakarta – Marwan Batubara selaku Sekretaris Tim Pengawal Peristiwa Pembunuhan (TP3) Laskar Front Pembela Islam (FPI) membongkar isi pertemuan dengan pihaknya dengan Presiden Joko Widodo.

Diketahui bahwa pertemuan tersebut berlangsung di Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Selasa, 9 Maret 2021.

Marwan melalui diskusinya bersama Hersubeno Arief mengungkap bahwa sebaiknya publik tidak mengecilkan arti pertemuan tersebut meski hanya berdurasi 15 menit.

Baca Juga: Senin 2 Agustus 2021 Pemerintah Umumkan Nasib PPKM Level 4

“Jadi jangan mengecilkan arti dari pertemuan itu,” ujarnya, dikutip dari video FNN, Jumat, 12 Maret 2021.

Pertemuan tersebut, kata Marwan, tanpa basa-basi dan langsung diwakili oleh dirinya dan Amien Rais.

Baca Juga: Singgung Jokowi Berakhir sebelum 2024, Rocky Gerung Optimis: Pembalikan Arus...

Marwan mengatakan hal tersebut sesuai dengan rapat tim TP3 yang dilaksanakan sehari sebelum pertemuan berlangsung.

Di mana, pihaknya telah menyiapkan esensi hasil temuan yang akan disampaikan kepada Presiden Jokowi.

“Semua bahan sudah kami siapkan sehari sebelumnya karena pertemuannya kan singkat,” ungkapnya. 

Baca Juga: Laman Sekretariat Kabinet Diretas, Isinya Seperti Ini

Amien Rais sebagai pengantar mengingatkan Jokowi perihal pembunuhan di mata Al-Qur’an bahwa membunuh satu orang sama dengan membunuh seluruh manusia.

“Siapa pun yang membunuh manusia tanpa alasan jelas apalagi dengan niat buruk balasannya neraka jahanam,” tegasnya. 

Marwan menyimpulkan dari hasil temuan pihaknya, polisi dan Komnas HAM masih jauh dari asas keadilan, amanat Pancasila dan UUD karena rekomendasinya hanya pelanggaran HAM biasa. 

Tak hanya itu, Marwan juga mengimbau adanya kerja sama dari pihak DPR selaku perwakilan rakyat.

“Jangan memanfaatkan rakyat saat pencoblosan saja,” sergahnya.  

Tim TP3 juga memperingatkan presiden untuk tidak mewariskan hal buruk di masa kepemimpinannya karena tidak menyelesaikan kasus ini dengan tuntas. 

“Pak Jokowi yang merespons, beliau mengaku sudah menerima dari Komnas HAM,” ungkap Marwan. 

Jokowi, kata Marwan, sudah mempersilakan kalau ada bukti baru untuk langsung disampaikan ke Menkopolhukam, Mahfud MD.

Presiden juga berjanji menyelesaikan kasus ini secara adil dan transparan.

Bagikan