Jubir Luhut Sebut Big Data Tunda Pemilu Tidak Wajib Dibuka, Netizen Geram: Puasa Tapi Buat Dosa

Jubir Luhut Sebut Big Data Tunda Pemilu Tidak Wajib Dibuka, Netizen Geram: Puasa Tapi Buat Dosa

R
Muhammad Ifan
Redaksi

Tim Redaksi

Terkini.id, Jakarta – Juru Bicara Menteri Koordinator Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan, Jodi Mahardi merespons Indonesia Corruption Watch (ICW) soal permintaan untuk membuka big data ‘penundaan pemilu 2024’.

Menurut Jodi, data tersebut bukan data pemerintah, tapi data internal Luhut.

“Itu kan bukan data pemerintah. Internal Pak Luhut kok yang olah data tersebut,” kata Jodi dilansir dari detiknews.

Jodi Mahardi dalam pernyataannya menjelaskan bahwa Luhut memiliki hak untuk membuka atau tidak data tersebut. Sebab big data tersebut katanya, tidak menggunakan anggaran pemerintah.

“Nggak pakai anggaran atau resources pemerintah. Terserah pihak Pak Luhut lah mau buka atau nggak,” ujar Jodi Mahardi dilansir dari detiknews.

Baca Juga

Berita terkait Jubir Luhut soal big data tunda pemilu ini ramai direspon oleh banyak netizen di media sosial, salah satunya datang dari pengguna Twitter bernama @stelda81

Dalam cuitannya, akun Twitter @stelda81 mengatakan jika ada unsur kebohongan dalam big data tunda pemilu yang diklaim Luhut.

“Oo….ooo… kamu bohong lagi. Bikin malu aja.. Puasa gini tapi buat dosa publlik. Shame of Indonesian politicians” Tulis akun Twitter @stelda81

Jubir Luhut Sebut Big Data Tunda Pemilu Tidak Wajib Dibuka, Netizen Geram: Puasa Tapi Buat Dosa
Cuitan Netizen @stelda81

Pengguna Twitter lain, bernama @yadhihrmasakini juga memberikan komentarnya, menurutnya ada yang salah dalam big data milik Luhut.

“Sebenarnya sederhana aja sih, Luhut ga mau buka data berarti ada yang salah disana.. asumsi rakyat berarti benar”, Tulis akun Twitter @yadhihrmasakini.

Dilansir dari detiknews, ICW menunggu Luhut Binsar Panjaitan membaca surat permohonan informasi terkait big data penundaan Pemilu 2024. 

“Kami masih menunggu jawaban dari Saudara Luhut Binsar Pandjaitan perihal surat permintaan informasi publik tersebut. Maka dari itu, kami berharap Saudara Luhut segera membaca dan membalas surat itu,” kata peneliti ICW Kurnia Ramadhana dilansir dari detiknews.

Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.