Jusuf Kalla: Tunda Pemilu Berarti Tidak Taat Konstitusi

Jusuf Kalla: Tunda Pemilu Berarti Tidak Taat Konstitusi

R
Muh Nasruddin
Redaksi

Tim Redaksi

Terkini.id – Mantan Wakil Presiden RI, Jusuf Kalla (JK) menilai penundaan pemilu 2024 dari jadwal yang telah ditetapkan berari tidak taat terhadap konstitusi. 

Hal itu disampaikan JK usai menghadiri Musyawarah Besar Ikatan Alumni Universitas Hasanuddin yang digelar di salah satu hotel di Kota Makassar Sulawsi Selatan  Jumat 4 Februari 2022.

“Menunda pemilu dari jadwal yang telah ditetapkan berarti merupakan ketidak taatan terhadap konstitusi. Terlebih tidak semua pihak setuju atas penudaan gelaran Pemilu 2024 tersebut,” ujar JK.

JK meminta semua pihak taat terhadap konstitusi yang telah dijalankan. Sebab konstitusi sudah mengatur bahwa Pemilu digelar 5 tahun sekali.

“Khawatir wacana penundaan Pemilu tersebut akan berujung masalah, menduga terdapat pihak yang ingin mengedepankan kepentingan sendiri,” ungkapnya.

Diketahui, gagasan ide penundaan Pemilu kembali muncul tidak lama setelah pengumuman jadwal Pemilu 2024 dilakukan KPU-RI.

Wacana atau gagasan penudaan itu digaungkan oleh Ketua Umum PKB, Muhaimin Iskandar, selaku inisiator.
Menilai terdapat tiga alasan kenapa Pemilu 2024 mesti di tunda, masing-masing dengan alasan.

Dikhwatirkan akan terjadi pembekuan agresivitas ekonomi saat pemilu berlangsung.

Transisi kekuasaan akan mengakibatkan ketidak pastian ekonomi sehingga mengganggu momentum pertumbuhan ekonomi. Serta pertimbangan kekhawatiran akan terjadinya eksploitasi konflik saat pemilu.

Saat ini terdapat 3 Partai Politik yang telah lantang menolak penudaan pemilu. Masing-masing adalah Partai Nasdem, PDIP dan Gerindra.

Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.