Kabar Bahagia Bagi Penerima Vaksin Sinovac! Dosis Ketiga Ampuh Tangkal Varian Delta? Simak Penjelasannya

Terkini.id, Jakarta – Kabar bahagia hadir bagi mereka penerima vaksin Sinovac karena dosis ketiga disebut-sebut ampuh menangkal virus Corona varian Delta.

Seperti diketahui, Pemerintah saat ini masih gencar melaksanakan program vaksinasi Covid-19 kepada masyarakat Indonesia.

Dengan vaksinasi, maka diharapkan angka kasus Covid-19 di Tanah Air bisa segera terkendali.

Baca Juga: Vaksin Sinovac Diincar untuk Booster, Seberapa Manjur sih?

Bahkan, booster vaksin Covid-19 dosis ketiga sudah mulai diberikan kepada para tenaga medis, lho!

Dilansir terkini.id dari data studi terbaru Global Times via Grid pada Minggu, 12 September 2021, penelitian ini memberikan dasar ilmiah yang penting bagi pembuat kebijakan untuk mengembangkan strategi dan rencana waktu vaksin booster untuk orang tua.

Baca Juga: Vaksin Booster Pfizer dan Sinovac, Mana yang Lebih Kuat?

Sementara itu, melansir MedRxiv, pengembangan memperlihatkan uji coba penyuntikan dosis ketiga vaksin Sinovac dalam dua skenario.

Dalam skenario pertama, relawan menerima dosis ketiga vaksin 28 hari setelah dosis kedua.

Lalu dalam skenario kedua, relawan menerima dosis ketiga vaksin Sinovac enam bulan atau lebih setelah dosis kedua. Ajaibnya, skenario kedua ini terbukti lebih efektif.

Baca Juga: Vaksin Booster Pfizer dan Sinovac, Mana yang Lebih Kuat?

“Dosis ketiga CoronaVac yang disuntikkan enam bulan atau lebih setelah dosis kedua dengan efektif memicu kembali respons imun spesifik untuk SARS-CoV-2, menghasilkan sebuah peningkatan signifikan pada level antibodi,” tulis laporan penelitian tersebut.

Sementara itu, juru bicara vaksinasi Covid-19 Kemenkes, Siti Nadia Tarmizi, mengatakan suntikan ketiga baru bisa diberikan setelah 12 bulan dari suntikan pertama diterima.

Lebih lanjut, ia menjelaskan keputusan tersebut berdasarkan rekomendasi Indonesian Technical Advisory Group on Immunization (ITAGI).

“Hasil kajian ITAGI masih merekomendasi kemungkinan penyuntikan diperlukan setelah 12 bulan penyuntikan pertama. Iya, setelah 12 bulan. Jadi, baru tahun depan,” terang Nadia.

Terpisah, Wei Sheng, professor di School of Public Health of Tongji Medical College of Huazhong University of Science and Technology, mengungkap bahwa menurut hasil uji coba terbaru, vaksin Sinovac efektif melawan varian Delta.

“ni menunjukkan vaksin bersifat protektif,” papar Wei dalam sebuah wawancara.

Sebagai informasi, pakar kesehatan China terus menyerukan langkah-langkah protokol kesehatan yang ketat meskipun sudah divaksinasi. Sebab, itu adalah metode terbaik untuk mencegah penularan virus.

Indonesia sendirimenggunakan vaksin Sinovac dalam Program Vaksinasi Nasional yang bergulir sejak Januari lalu.

Seperti diketahui, Sinovac adalah vaksin yang diproduksi perusahaan biofarmasi China, Sinovac BioTech.

Vaksin bermerek CoronaVac ini merupakan tipe vaksin whole virus yang memanfaatkan virus SARS-CoV-2 nonaktif.

Vaksin Sinovac memiliki berbagai angka efikasi dari beberapa negara yang telah melakukan uji coba.

Bagikan