Terkini.id – Beredar kabar bahwa banyak warga Singapura yang berminat dengan vaksin Sinovac dan Sinopharm sebagai vaksinasi booster. Mereka berupaya mendapatkan lewat program special access route secara berbayar.
“Tetapi beberapa telah membayar untuk mendapatkan vaksin Sinovac dan Sinopharm, yang ditawarkan di bawah special access route, sebagai vaksin booster setelah sebelumnya dua kali divaksin Pfizer dan Moderna,” menurut dua klinik yang berbicara dengan Channel News Asia dikutip dari detikHealth, Kamis, 21 Oktober 2021.
Diketahui, warga Singapura ingin mendapatkan peningkatan kekebalan menjelang program vaksinasi booster atau waspada terhadap efek samping parah yang mereka alami dengan vaksin mRNA.
“Orang-orang ini mendapat suntikan kedua mereka sekitar tiga sampai enam bulan sebelumnya, dan ingin mendapatkan peningkatan kekebalan menjelang program vaksinasi booster nasional, atau waspada terhadap efek samping parah yang mereka alami dengan vaksin mRNA,” kata salah satu klinik di Singapura.
Dilansir dari detikHealth, seberapa manjur sih vaksin Sinovac untuk booster?
- Perhatian! Kemenkes Putuskan Hentikan Vaksin Sinovac bagi Masyarakat Usia Ini, Simak Alasannya
- Singapura Wajibkan Warga Penerima Vaksin Sinovac untuk Lakukan Ini!
- Anjurkan Vaksinasi Anak 6-11 Tahun, Menteri PPPA: Orangtua Tak Perlu Ragu
- Vaksin Booster Pfizer dan Sinovac, Mana yang Lebih Kuat?
- Kabar Bahagia Bagi Penerima Vaksin Sinovac! Dosis Ketiga Ampuh Tangkal Varian Delta? Simak Penjelasannya
Data pengamatan dunia nyata terbaru di Chili menunjukkan bahwa vaksin dosis ketiga atau booster dengan vaksin Sinovac mampu meningkatkan perlindungan dari Covid-19.
Secara spesifik, peningkatan efektivitas dalam melawan Covid-19 ini akan mulai terlihat 14 hari usai menerima vaksin booster.
Berdasarkan data yang ada, efektivitasnya naik dari 56 persen menjadi 80,2 persen. Selain itu, efektivitas vaksin dalam mencegah rawat inap juga naik, yang sebelumnya 84 persen menjadi 88 persen.
Melihat ini, pihak Sinovac pun menegaskan perlunya suntikan vaksin booster, terlebih di tengah kemunculan berbagai varian baru. Tak hanya itu, mereka juga menyebutkan bahwa klaim yang menyebutkan vaksin booster dengan Sinovac kurang efektif adalah hal yang keliru.
“Studi sebelumnya juga telah menunjukkan adanya peningkatan yang signifikan dalam menetralkan tingkat antibodi setelah mendapatkan suntikan booster, yang diberikan 8 bulan setelah suntikan kedua,” kata para peneliti yang dikutip dari Global Times.
Selain itu, studi ini juga menunjukkan bahwa vaksin booster yang diberikan lebih awal atau lebih lambat dari 8 bulan setelah dosis penuh juga efektif untuk meningkatkan perlindungan.
Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) juga telah menyarankan bahwa vaksin booster ini bersifat imunogenik dan diperlukan untuk orang dewasa di atas 60 tahun, usai menerima dosis vaksin lengkap.
Hasil penelitian
Tak hanya itu, data penelitian ini juga menunjukkan tidak adanya reaksi buruk yang muncul usai menerima vaksin booster. Maka dari itu, secara keseluruhan bisa disimpulkan bahwa pemberian vaksin booster, termasuk vaksin inactivated virus, mampu meningkatkan imunitas, kemampuan netralisasi, hingga respons yang tahan lama dalam menangkal Covid-19.
Dari data penelitian yang ada, menunjukkan setelah menerima vaksin booster usai vaksinasi lengkap, tidak ada reaksi merugikan serius yang terjadi secara langsung akibat vaksin booster, hingga respons yang tahan lama dalam menangkal Covid-19.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
