Terkini.id, Jakarta – Di tengah harga kedelai yang melonjak naik di masa pandemi kasus covid omicron, kini Menteri Perdagangan (Mendag) Muhammad Lutfi mengungkapkan telah tengah menyiapkan strategi penanganan gejolak harga kedelai.
Menurut Muhammad Lutfi, mitigasi kebijakan sedang dilakukan oleh Kementerian Perdagangan. Pihaknya sedang mencoba mengatasi kenaikan harga kedelai yang tengah terjadi.
“Sekarang kami sudah menyiapkan mitigasi untuk harga kedelai tersebut. Kami akan putuskan pada kesempatan pertama minggu depan. Nanti akan saya umumkan kebijakannya,” kata Mendag di Jakarta.
Lutfi bahkan menyebut terdapat beberapa faktor yang membuat harga kedelai dunia melonjak, salah satunya yakni terjadi La Nina yang sangat basah di Argentina dan Amerika Selatan.
Kondisi itu menyebabkan suplai kedelai menjadi sangat terbatas, sehingga harga menjadi naik. Dilansir dari Radarsukabumi. Jumat, 18 Februari 2022.
- Hadapi Dampak El Nino, Menteri Perdagangan Siap Gelontorkan Bantuan Rp8 Triliun
- Menteri Perdagangan Upayakan Solusi untuk Pedagang Thrifting
- Mendag Batalkan Syarat Pembelian Minyak Goreng MinyaKita Pakai KTP
- Menteri Perdagangan Sebut Harga Kebutuhan Pokok di Sulsel di Bawah Rata-rata Nasional
- Menteri Perdagangan Jamin Harga Mie Instan Tidak Naik 3 Kali Lipat
Selain itu, terdapat restrukturisasi dari peternakan binatang di China. Negara tirai bambu itu kini membuat kebijakan bahwa lima miliar babi diberi makan kedelai.
“Jadi, permintaannya sangat tinggi menyebabkan harga sangat tinggi. Nah, ini yang menyebabkan harga kedelai di Indonesia juga tinggi,” ujar Mendag.
Di sisi lain kebutuhan dalam negeri cukup tinggi, yakni sebanyak tiga juta ton tahun, namun pasokan domestik baru mencapai 500 ribu sampai 750 ribu ton per tahunnya.
Dengan demikian, 80-90 persen dari kebutuhan nasional masih diimpor dari sejumlah negara. Padahal, budidaya kedelai di Indonesia saat ini dalam kondisi bagus.
Semnetara itu, disisi lain Nisrina Nafisah Peneliti Center for Indonesia Policy Studies (CIPS) menyarankan pemerintah melakukan diverifikasi negara pemasok kedelai untuk mengurangi dampak kenaikan harga.
“Pemerintah perlu mendiversifikasi sumber impor agar harga dan jumlah pasokan kedai dalam negara stabil. Indonesia merupakan negara dengan konsumsi kedelai terbesar kedia di dunia setelah Cina,” tuturnya.
Menurutnya Indonesia dapat meningkatkan impornya dari Brasil dan Argentina.
Namun, produksi kedelai di kedua negara tersebut mencepai 140 juta ton dan 50 juta ton setiap tahunnya.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
