Terkini.id, Jakarta – Komisaris Independen PT Pelni, Dede Budhyarto alias Kang Dede menanggapi video Pendiri Majelis Penderitaan Rakyat, Ali Ridho Assegaf alias Babe Aldo yang menyindir keras Kemenkes soal vaksin.
Kang Dede menyindir apakah Babe Aldo masih akan garang seperti di video jika ditangkap oleh Polri.
“Pengen liat klo si koplak Aldo klo ketangkap @CCICPolri garang kek gini lagi tak?” kata Kang Dede pada Jumat, 14 Januari 2021.
Sebelumnya diberitakan Terkini.id, Babe Aldo menyindir keras Kemenkes mengingkari janji menemui pihaknya untuk berdiskusi soal vaksin.
Seperti diketahui, Babe Aldo menentang pemaksaan vaksin kepada masyarakat, utamanya kepada anak-anak.
- Singgung Pemimpin Indonesia, Babe Aldo Orasi Bawa Nama Tuhan
- Babe Aldo Dihujat Usai Minta Sumbangan Atas Nama Perjuangan Rakyat: Kelaparan!
- Sholat Idul Adha di JIS Wajib Vaksin Booster, Babe Aldo: Booster Haram Najis!
- Babe Aldo Ungkit Sikap Gubernur Jabar Ridwan Kamil Kepada FPI, Yunarto : Orang Lagi Berduka Masih Diginiin Juga Loh Sama Manusia Ini
- Aldo Ungkit Sikap Ridwan Kamil terkait Pembubaran FPI, Politisi Demokrat: Apa Sih Manfaatnya Nyinyiri Orang Lagi Berduka?
Ia berargumen bahwa tingkat kesembuhan anak-anak Indonesia yang tertular Covid-19 adalah lebih dari 99 persen.
“Tingkat kesembuhan anak Indonesia dari penyakit yang disebut Covid-19 99 persen lebih,” kata Babe Aldo, dikutip Terkini.id dari video yang diunggah melalui akun Twitter pribadinya pada Kamis, 13 Januari 2022.
“Dan itu tidak boleh ada pemaksaan vaksin. Itu yang kita kejar. Ternyata mereka (kemenkes) bersembunyi. Jadi mereka memang sedang menargetkan anak-anak kalian,” lanjutnya.
Dalam video itu, Babe Aldo lantas meminta kepada orang-orang di depannya untuk menjaga anak-anak masing-masing.
Bahkan, ia menyarankan bahwa jika anak-anak diancam tidak boleh sekolah jika tidak vaksin, maka lebih baik para orang tua memberhentikan anak mereka dari sekolah.
“Berhenti sekolah! Cabut anak kalian dari sekolah!” serunya dengan nada tinggi yang kemudian disambut persetujuan orang-orang di depannya.
Babe Aldo lantas menyindir bahwa pihaknya hanya ingin penjelasan mengapa anak dipaksa vaksin, namun Kemenkes tidak menemui mereka.
Ia menyindir bahwa Kemenkes takut beradu data dan pengecut sebab sudah telah menjanjikan diskusi, namun ujungnya tak menemui mereka.
“Kita di media dibilang kita penyebar hoax. Buktikan kalau gua penyebar hoax! Laporin gue!” tegas Babe Aldo.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
