Masuk

Adhie Massardi Sebut BUMN Kini Dipakai Hambat Kegiatan Saingan, Kang Dede: Mabuk Heineken Lu

Komentar
DPRD Kota Makassar

Terkini.id, Jakarta – Komisaris Independen PT Pelni, Kristia Budhyarto alias Kang Dede menanggapi Koordinator Gerakan Indonesia Bersih (GIB), Adhie Massardi yang menilai bahwa saat ini, Badan Usaha Milik Negara atau BUMN telah digunakan penguasa untuk menghambat kegiatan saingan.

“Ngenes banget yah ndak disponsori ngamuk-ngamuk. Mabok Heineken lu,” kata Kang Dede melalui akun Twitter resminya, @kangdede78, sebagaimana dikutip Terkini.id pada Sabtu, 4 Juni 2022.

Dalam cuitan yang ditanggapi Kang Dede, Adhie Massardi menilai bahwa saat ini, BUMN telah digunakan penguasa untuk menghambat kegiatan saingan.

Baca Juga: Politisi Demokrat Akan Laporkan Komisaris Pelni Terkait Cuitan ‘Khilafuck’

Selain itu, Adhie Massardi juga menilai bahwa BUMN digunakan sebagai sapih perah, tempat para relawan merangkap buzzer, dan tempat persiapan nyapres.

“BUMN multi fungsi,” kata Adhie Massardi melalui akun Twitter @AdhieMassardi, sebagaimana dikutip Terkini.id pada Sabtu, 4 Juni 2022.

“Dulu hanya jadi sapi perah. Kemudian nambah selain jadi sapi perah juga jadi tempat kos-kosan relawan merangkap buzzeRp. Kemudian nambah jadi tempat persiapan nyapres,” lanjutnya.

Baca Juga: JIS Belum Siap untuk Liga 1 2022-2023, Kang Dede: Makin Jelas Kualitas Kaleng-Kaleng

“Masih belum cukup. Kini sipakai untuk hambat kegiatan saingam. Lo kira BU Milik Nenek lo?” katanya lagi.

Bersama pernyataannya, Adhie Massardi membagikan cuitan netizen yang menyoroti bahwa tidak ada perusahaan BUMN yang menjadi sponsor Formula E Jakarta.

Adapun Kementerian BUMN telah menanggapi isu ketidak ikut sertaan perusahaan pelat merah sebagai sponsor Formula E di Jakarta atau Jakarta E-Prix 2022.

Dilansir dari CNBC Indonesia, Juru Bicara Kementerian BUMN Arya Sinulingga mengungkap bahwa Kementerian BUMN baru menerima proposal sponsorship dari Panitia Penyelenggara Jakarta E-Prix 2022 rata-rata sebulan sebelum even itu diselenggarakan.

Baca Juga: Kang Dede ke MS Kaban: Koruptor Macam Anda Mana Rakyat Percaya

Arya menjelaskan bahwa dalam mendukung even besar dan berskala internasional, BUMN memerlukan waktu untuk melakukan proses pengkajian sponsorhip.

“Termasuk juga melakukan pengkajian secara kelayakan bisnis dan model kerja sama agar memenuhi prinsip Good Corporate Governance (GCG) dan proses ini bervariasi sesuai aturan tiap perusahaan,” katanya pada Jumat, 3 Juni 2022.

Pada umumnya, BUMN menerima proposal even besar berskala nasional dan internasional paling cepat tiga bulan sebelumnya atau bahkan setahun sebelumnya.

Dengan demikian, ada waktu yang cukup untuk melakukan kajian sebelum mengambil keputusan yang didasari oleh aspek bisnis dan kontribusi nilai sosial BUMN kepada masyarakat.

Arya menegaskan, Kementerian BUMN pada prinsipnya mendukung semua inisiatif untuk memajukan pembangunan bangsa dan termasuk berbagai program industri pariwisata nasional,

“Seperti even di MotoGP 2022 di Sirkuit Mandalika, Lombok, berapa waktu lalu. Saat ini BUMN berkonsentrasi untuk mendukung perhelatan besar negara yaitu pertemuan G-20 di Bali, Oktober 2022 mendatang,” katanya.

Kementerian BUMN pun menyesalkan adanya pernyataan-pernyataan negatif seakan BUMN tidak mendukung kegiatan Formula E.

“Pernyataan itu tidak benar, karena tak ada kebijakan menghambat sponsonship bagi even yang dimaksud,” jelas Arya pda Jumat, 3 Juni 2022.

Bahkan menurut Arya, PT Indosat Tbk (dikenal sebagai Indosat Ooredoo Hutchison), yang sebagian sahamnya dimiliki pemerintah, menjadi salah satu perusahaan yang mendukung Formula E.