Heboh Isu Radikalisme, Komisaris Pelni Gandeng MUI dan Sebut Kajian Islam Ramadan Tak Dibatalkan

Terkini.id, Jakarta – Komisaris PT Pelni, yakni Kristia Budiyarto atau yang lebih akrab disapa Kang Dede, baru-baru ini mengungkapkan bahwa kajian Islam Ramadan yang sempat heboh dibatalkan lantaran isu radikalisme tak jadi dibatalkan.

Berdasarkan informasi dari Dede, kajian Ramadan tersebut akan tetap dilangsungkan alias benar bahwa tak jadi dibatalkan.

Menurutnya, acara akan tetap berlangsung dan yang dibatalkan hanyalah acara yang telanjur tersebar di flyer.

Baca Juga: Ketum MUI: Bagi Kami Umat Islam yang Benar Hanya Agama...

Seperti yang kita tahu, sebelumnya publik memang sempat dibuat heboh perihal PT Pelni yang tiba-tiba membatalkan acara yang bertajuk “Kajian Online Zoom Meeting Ramadhan 1442 H Ramadhan Memperkuat dan Memperteguh Iman”.

Acara itu rencananya diisi oleh beberapa penceramah, seperti Ustaz Firanda Andirja, Ustaz Rizal Yuliar Putrananda, Ustaz Subhan Bawazier, KH Cholil Nafis (Ketua Bidang Pengurus MUI Pusat), dan Ustaz Syafiq Riza Basalamah.

Baca Juga: Ketua MUI Tegaskan: Bagi Kami Umat Islam, yang Benar Hanya...

Namun, tiba-tiba saja beredar kabar mengejutkan bahwasanya kajian Islam tersebut dibatalkan karena dinilai mayoritas penceramah yang diundang radikal.

Lantaran larangan Direksi PT Pelni soal penceramah radikal dalam kajian itu menimbulkan keriuhan, maka Dede segera mengklarifikasi ke salah satu penceramah, yaitu KH Cholil Nafis.

Dede menegaskan bahwa khusus untuk penceramah petinggi MUI itu tak dibatalkan sama sekali.

Baca Juga: Ketua MUI Tegaskan: Bagi Kami Umat Islam, yang Benar Hanya...

Sebaliknya, ia mengatakan bahwa PT Pelni akan menggandeng MUI—dalam artian, bakal bersinergi dengan MUI serta KH Cholil Nafis untuk mengadakan kajian Ramadan di perusahaan BUMN pelayaran itu.

“Alhamdulillah, saya bertemu dengan Kiai Cholil Nafis yang kemarin sempat ramai di sosial media yang saya tweet,” ujar Dede dalam video yang diunggah ke media sosial Twitter-nya, dikutip terkini.id dari Hops.id pada Senin, 12 April 2021.

“Intinya bahwa pertama, saya tabayun minta maaf sama Kiai Cholil Nafis dan tidak dibatalkan, yang dibatalkan itu hanya yang ada di dalam flyer,” sambung Dede menegaskan.

Dengan klarifikasi tersebut, Dede pun mengatakan bahwa tindakan direksi PT Pelni tak seperti yang dibayangkan, sangat anti radikalisme.

“Artinya bukan radikalisme yang seperti selama ini disampaikan dan Kiai Cholil juga tidak dibatalkan,” tuturnya lagi.

“Sekaligus saya meminta kepada beliau juga sebagai Ketua bidang Dakwah MUI untuk ceramah atau kajian-kajian di PT Pelni nanti akan meminta bantuan kepada beliau,” ungkap Dede.

Dengan melibatkan KH Cholil Nafis dan kalangan MUI, artinya kegiatan syiar Islam di PT Pelni tidak dilarang, ya, sebagaimana pernyataan Dede di atas.

“Bahwa dakwah di PT Pelni, kajian di PT Pelni tidak dihentikan, tetap jalan. Insya Allah itu juga akan berkoordinasi dengan Kiai Cholil Nafis nanti. Saya rasa itu saja,” pungkas komisaris Pelni itu.

Menanggapi Dede, Cholil Nafis pun mengonfirmasi bahwa benar PT Pelni akan berkoordinasi dengan MUI untuk melakukan acara kerohanian.

Cholil juga mengatakan pengajian di PT Pelni tetap berjalan dan yang dibatalkan hanya acara yang sempat menimbulkan pro kontra itu (di flyer).

“Teman-teman, di PT Pelni pengajian terus jalan, cuma yang berkenaan dengan flyer yang beredar itu karena ada protes, ada ramai, bikin gaduh, itu yang dihentikan, yang lain jalan,” papar Cholil.

“Insya Allah ke depan akan berkoordinasi Pelni dengan MUI, ya. Kita koordinasi gimana kerohanian dan kita di PT Pelni lakukan kerja sama dengan MUI,” tutupnya.

Bagikan