Terkini.id, Makassar – Pemerintah Kota Makassar bakal berunding dengan PT Pelni ihwal teknis isolasi mandiri di atas kapal. Wali Kota Makassar Moh Ramdhan Pomanto menuturkan ada beberapa hal yang perlu disiapkan sebelum kapal tersebut beroperasi.
“Kami akan berunding dengan Direktur Pelni, kita finalisasi. Persiapan kira-kira sudah sekitar 60 persen lah,” kata Danny Pomanto, Rabu, 14 Juli 2021.
Kapal Pelni KM Umsini yang bakal menjadi tempat isolasi mandiri Covid-19 telah tiba di Pelabuhan Makassar, Jalan, Nusantara, Kecamatan Wajo pada Rabu, 14 Juli 2021.
Kapal ini diperkirakan bisa menampung 2.000 orang. Namun dengan adanya pembatasan, maka kapasitas yang digunakan hanya sekitar 70 persen saja, atau sekitar 1.400 orang.
Salah satu hal teknis yang akan dibicarakan adalah terkait sistem HEPA. Danny menyebut fasilitas tersebut harus ada di dalam kapal saat Isman dijalankan.
- PT PELNI Makassar Ingatkan Barang Penumpang Melebihi 40Kg Akan Dikenakan Biaya Tambahan
- Isolasi Apung Kapal Pelni di Makassar Beroperasi Senin Depan
- Pemkot Makassar Target Tempat Istirahat Pasien Covid-19 di Kapal Pelni Rampung Pekan Depan
- Danny Pomanto Terangkan 3 Keunggulan Isolasi Mandiri di Atas Kapal Pelni, Salah Satunya Rekreasi
- Sebelum Digunakan Tempat Isolasi Mandiri, Damkar Makassar Cek Alat Proteksi Kebakaran Kapal Pelni
“Walau kemarin tim ahli bilang tidak perlu HEPA tapi saya bilang jangan, nanti ada yang sakit di situ, mereka bilang gara gara udaranya lagi. Ini sekarang kan fitnah lebih kejam dari pada virus, kira-kira begitu,” terangnya.
HEPA alias High Efficiency Particulate Air adalah jenis filter udara mekanis yang bekerja dengan menyaring debu, asap rokok, bulu hewan, dan lainnya yang terdapat dalam udara.
Salah satu upaya yang dilakukan untuk mencegah paparan virus corona adalah dengan menggunakan air purifier dengan HEPA filter.
Alat tersebut dinilai memiliki penyaring yang mampu membasmi partikel udara terkecil, termasuk virus corona.
Sementara kriteria pasien Covid-19 yang berhak isolasi apung yakni pasien yang memiliki gejala ringan dan sedang. Sementara yang berat akan tetap di rawat di Rumah Sakit (RS).
Langkah tersebut, kata Danny, untuk meringankan beban rumah sakit yang menangani Covid-19 di Makassar.
“Rumah sakit jangan penuh karena orang bergejela ringan saja padahal orang bergejala berat dan sedang tidak terlayani karena dipenuhi dengan bergejala ringan apalagi OTG,” ungkapnya.
“Ini kita akan pisahkan. Gejala ringan dan OTG jangan di rumah sakit tinggal di sini saja, sedangkan yang gejala berat biar di rumah sakit,” sambungnya kemudian.
Sementara, Direktur Usaha Angkutan Penumpang PT Pelni, O.M Sodikin mengatakan sesuai standar WHO, kapal yang berlayar lebih dari satu hari, harus dilengkapi dengan tempat tidur, MCK, dan tempat makan.
“Untuk sistem ventilasinya karena diperuntukan untuk daerah tropis makanya pakai AC high press, jadi dari luar disemprotkan ke dalam, lalu dibuang,” ujar Sodikin.
Ia merincikan, ada 9 dek salam kapal tersebut, dengan jumlah personil sekitar 140 orang.
“Personil di atas kapal 140-an, kemungkinan dilibatkan, tapi nanti menyesuaikan dengan kebijakan Pekot (Makassar). Kami ikuti kebijakannya apa,” sebutnya.
“Yang jelas kami diminta menyiapkan kapal ini. Pak wali mau kordinasi dengan pakar di sini juga sudah disiapkan,” paparnya kemudian.
Terkait akomodasi, Sodikin belum bisa berbicara banyak, sebab hal itu masih dalam tahap pembahasan.
“Akomodasi masih diproses. Biayanya masih diproses. Intinya melibatkan perhubungan, Pelni,” tutupnya.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
