Terkini, Makassar – Karang Taruna Kota Makassar menggelar dialog bertemakan “mengawal netralitas penyelenggara untuk Pilkada serentak yang bermartabat”, di Kopi Zone, Jalan Boulevard Kota Makassar, Rabu 20 November 2024.
Kegiatan tersebut menghadiriian narasumber yaitu, pengamat politik Andi Ali Armunarto, Pengamat Politik Hasrullah, Kasat Bitmas Polrestabes Makassar, AKBP Risman Sani, Kepala Sub Bidang Humas Polda Sulsel,
AKBP Nazaruddin, Staf Ahli KPU Sulsel
Ahmad Yani dan Komisioner Bawaslu Makassar, Ahmad Ahsanul Fadhil.
Ketua Karang Taruna Kota Makassar, Muhammad Zulkifli mengatakan, kegiatan ini dilaksanakan merupakan bentuk komitmen dalam rangka melaksanakan Pilkada 2024 yang berkualitas dan bermartabat. Dialog ini membahas mengenai netralitas penyelenggara Pilkada serentak.
“Kami mendapatkan banyak informasi yang bermunculan di masyarakat tentang oknum-oknum yang harusnya menjaga netralitas dalam Pilkada, tapi tidak melaksanakan tugasnya malah melakukan keberpihakan kepada salah satu paslon yang bisa memicu kecemburuan dan konflik antara satu kelompok dengan kelompoknya yang lainnya,” katanya.
“Tentunya kita ingat ada peristiwa anggota Polri yang sempat dimutasi di Polda Sulsel karena diduga tidak Netral kemudian ada juga ASN yang di pemerintah provinsi baru-baru ini telah di sidang dan banyak lagi. Jadi ini adalah salah satu faktor lain sehingga kita berusaha untuk saling mengingatkan sesama Masyarakat untuk bisa menjaga netralitas di pilkada serentak,” ucapnya.
- Dosen Jurusan Akuntansi PNUP Gelar Pengabdian Masyarakat, Perkuat Literasi dan Kompetensi Akuntansi Keuangan Guru dan Siswa SMKN 1 Pinrang
- Wabup Gowa Dukung Kolaborasi HNSI Kembangkan Potensi Nelayan dan Wisata untuk Tingkatkan PAD
- Wali Kota Makassar Paparkan Strategi Keluar dari Krisis Sampah di Forum Nasional UCLG ASPAC
- HUT ke-23, Kalla Translog Perkenalkan Platform AI One Connection untuk Perkuat Layanan Logistik
- Wali Kota Makassar Terbitkan Instruksi Nomor 3 Tahun 2026, Wajibkan Pemilahan Sampah Dimulai dari Sumber
Oleh karena itu pihaknya juga berharap masyarakat kota Makassar dan pada umumnya Sulawesi Selatan untuk tidak terlalu mudah termakan informasi yang justru akan memicu konflik di masyarakat yang akan membuat situasi Pilkada menjadi tidak kondusif.
“Bukan cuman itu tapi para penyelenggara negara juga harus kita Ingatkan untuk betul-betul menjalankan tugasnya karena banyak juga informasi yang beredar beberapa Kabupaten kota ada usaha untuk mengarahkan KPU-KPU di kabupaten untuk mendukung salah satu paslon dan ini berbahaya. Semoga saja tidak benar ,” ujarnya.
“Saya cuma ingin mengingatkan bahwa Sulawesi Selatan harus kita jadikan contoh paling baik dalam melaksanakan Pilkada, tetapi ketika kita semua tidak melaksanakan tugas sesuai prosedur yang ada Maka Sulawesi Selatan akan menjadi contoh terburuk atau sejarah dalam melaksanakan Pilkada serentak ,” pungkasnya.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
