Karena Viral, Beberapa Toilet SPBU Mulai Gratis

Karena Viral, Beberapa Toilet SPBU Mulai Gratis

R
Nur Faadhillah
Redaksi

Tim Redaksi

Terkini.id, Jakarta – Akibat dari pernyataan Erick Thohir, Menteri BUMN terkait permintaannya agar toilet SPBU gratis, beberapa toilet SPBU di Kota Bogor, Jawa Barat mulai digratiskan untuk masyarakat umum.

Lima dari banyak SPBU Pertamina yang berada di kawasan Jalan Soleh Iskandar Dinata, Kelurahan Kayu Manis, Kota Bogor hingga Jalan Raya, toilet SPBUnya mulai digratiskan dikutip dari Pikiran Rakyat pada hari Jumat 26 November 2021.

Bahkan saat ini tidak lagi terlihat petugas yang berjaga di depan toilet ataupun kotak yang biasanya yang ditaruh didepan toilet.

Selain itu, pengelola SPBU menempelkan kertas di pintu toilet bertuliskan ‘toilet gratis‘.

Uci Sanusi, seorang pengawas SPBU Kayu Manis Kota Bogor mengakui bahwa sebelum ada permintaan dari Menteri BUMN, Erick Thohir, pengelola SOBU meletakkan kotak sukarela di depan toiletnya.

Menurutnya uang yang terkumpul dari sumbangan pengguna toilet akan digunakan untuk membeli alat kebersihan seperti sabun dan kebutuhan lainnya.

“Bos langsung menyuruh kita cabut dulu kotaknya pas viral Pak Erick Tohir itu. Kebetulan memang toilet ini dikelola sendiri. Dulu sempat ada yang mau sewa, tapi tidak kami bolehkan,” ungkap Uci Sanusi saat dijumpai di SPBU Kayumanis dikutip dari Pikiran Rakyat.

Menurut Uci Sanusi, bukan hanya SPBU Kayu Manis yang mulai menerapkan aturan toilet gratis, tetapi juga di SPBU yang berada satu grup dengan SPBU yang diawasinya seperti di Loji, Jalan Baru, dan Dramaga juga tak lagi meletakkan kotak di di depan toilet.

Uci menambahkan, sebekum pernyataan Menteri BUMN viral, SPBU yang diawasinya sebenarnya tidak menetapkan tarif tertentu untuk penggunaan toilet atau dijaga oleh petugas khusus.

Uang yang telah terkumpul setiap bulan kemudian digunakan untuk membeli alat kebersihan.

“Jadi toiletnya memang tidak dikelola secara khusus. Kita hanya piket saja setiap hari ada yang membersihkan toilet. Setiap dua minggu sekali biasanya kita buka, atau kalau sabunnya habis. Biasanya sekali buka paling Rp200.000,” ungkap Uci kepada media.

Menurut Uci, sebenarnya aturan toilet gratis tidak terlalu dipermasalahkan oleh pengelola SPBU. Tetapi dengan adanya sumbangan sukarela dari pengguna toilet, pengelola tidak akan terbebani dengan kebersihan toilet.

“Kalau sekarang jadi ada pengeluaran khusus. Kalau dulu kan sedikit meringankan,” kata Uci.

Selain itu, terdapat dua SPBU Kemang, Kabupaten Bogor,  terdapat petugas yang tetap melakukan penjangaan di depan toilet dikutip dari Pikiran Rakyat.

Salah seorang petugas yang tidak ingin disebutkan namanya menyebut, pembayaran toilet dilakukan secara sukarela dan tidak ada pemaksaan.

“Seikhlasnya saja, kalau tidak ada ya tidak usah bayar,” ungkap petugas tersebut.

Kemudian, salah seorang pengguna toilet SPBU, bernama Latifa (35) berkata bahwa dia tidak mempermasalahkan jika harus membayar Rp2.000 untuk menggunakan sarana toilet. Dia malah Iebih senang dengan toilet berbayar karena fasilitas dan kebersihannya lebih baik dan terjaga.

“Lebih bersih saja dibanding kalau yang gratis. Kadang-kadang yang gratis suka jorok, beda sama yang bayar. Ya bayar Rp2.000 enggak masalah kalau bersih dan wangi,” ungkap Latifa.

Referensi: Pikiran Rakyat

Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.