Terkini.id, Jakarta-Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan dan Kwarnas Gerakan Pramuka mendapat penghargaan dari Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) atas pertunjukkan karnaval budaya yang menampilkan kostum flora dan fauna berbahan dari limbah.
Karnaval tersebut dalam rangkaian pelaksanaan Perkemahan Bakti Pramuka Saka Kalpataru dan Saka Wanabakti (Pertikawan) dan Gerakan Nasional Pelestarian Daerah Aliran Sungai (GNPDAS) Jakarta Pertikawan Festival, KLHK dan Kwartir Nasional Pramuka.
Sekitar 200 Pramuka antusias berpartisipasi memeriahkan Pertikawan Nasional pada pagelaran karnaval di hari bebas kendaraan bermotor (HBKB) atau car free day (CFD) yang berlokasi di Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat pada, Minggu 24 November 2019, dengan mengusung tema ‘Menjahit Nusantara dengan Bahan Daur Ulang’.
Ratusan peserta tersebut mengenakan kostum festival dari bahan daur ulang yang dirancang secara artistik mewakili kekayaan budaya dan keanekaragaman hayati Indonesia. Para peserta GNPDAS Pertikawan Festival ini memulai karnaval dari depan kantor Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) dan berakhir di Lapangan Monas.
Atas kesuksesan karnaval tersebut, Sekretaris Jenderal KLHK, Bambang Hendroyono menerima piagam dari Museum Rekor Indonesia, mewakili seluruh kerja keras dan kekompakan seluruh peserta yang telah mendukung Perkemahan Bhakti Rimbawan tahun 2019.
- Polbangtan Kementan, Dorong Generasi Muda, Bangun Startup Pertanian dan Peternakan Kompetitif
- Kini Lebih Nyaman, Warung Pallumara dan Ayam Tolping Tanjung Pindah Lokasi di Sawerigading
- Pena Petrofin Awards 2026 Dorong Kolaborasi Media dan Industri Energi di Makassar
- Jaga Keamanan dan Kestabilan Ekonomi Menjelang Idul Adha, Bupati Rakor Dengan Forkopimda Jeneponto
- Pelindo Multi Terminal Siap Dukung Hilirisasi dan Komoditas Baru di Indonesia Timur
Bambang Hendroyono menegaskan, karnaval budaya dengan kostum berbahan limbah dengan tema flora-fauna ini merupakan yang pertama kali dilaksanakan.
“Ini sesuai dengan amanat Presiden Republik Indonesia Joko Widodo,” sebutnya.
Menurut Bambang, karnaval budaya ini merupakan inovasi untuk memotivasi adik-adik pramuka, untuk lebih peduli terhadap lingkungan hidup, kelestarian daerah aliran sungai (DAS). “Kami harapkan mereka menjadi pelopor aktivitas peduli lingkungan hidup di kwartir ranting dan cabangnya,” kata Bambang yang menjadi Ketua Panitia Penyelenggara Pertikawan Nasional 2019.
“Terimakasih kepada semua pihak yang terlibat dalam kegiatan Rekor MURI ini, kalian luar biasa,” demikian tukas Sekjen KLHK.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
