Kasus Ambil Paksa Jenasah Covid-19 di RSUD Daya, Polisi Tetapkan 2 Tersangka

Kabid Humas Polda Sulsel Kombes Pol Ibrahim Tompo/ ist

Terkini.id, Makassar – Peristiwa pengambilan paksa jenasah pasien Covid-19 yang terjadi di RSUD Daya Kota Makassar beberapa waktu lalu kini sudah menemukan titik terang.

Penyidik Polrestabes Makassar akhirnya menetapkan dua orang tersangka dalam kasus pembawa paksa jenasah pasien dalam pengawasan (PDP) maupun positif COVID-19 di RSUD Daya.

Kabid Humas Polda Sulsel Kombes Pol Ibrahim Tompo, dalam keterangan resminya yang dikirim ke redaksi terkini.id mengatakan pendalaman kasus yang dilakukan penyidik menetapkan dua orang tersangka.

Kedua tersangkanya masing-masing AHI dan AN setelah adanya bukti-bukti permulaan.

“Penetapan tersangka ditetapkan pada hari Jumat 10 Juli 2020 lalu, setelah dilaksanakan gelar perkara,” ujar Ibrahim, Selasa 14 Juli 2020.

Menarik untuk Anda:

Dikatakan Kombes Pol Ibrahim Tompo kedua tersangka tersebut ditetapkan setelah sehari sebelumnya dilakukan pemeriksaan lebih lanjut oleh penyidik dan saat ini perampungan berkas perkara.

“Para tersangka akan dikenakan Pasal 214, 335, 336 kuhp dan Pasal 93 Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2018 tentang Kekarantinaan Kesehatan dengan ancaman hukuman sampai tujuh tahun penjara,”jelas Ibrahim Tompo.

Sebelumnya, penyidikan beberapa saksi terkait kasus pengambilan jenazah yang dijamin Anggota DPRD Makassar, Andi Hadi Ibrahim Baso terus bergulir di Mapolrestabes Makassar.

“Kasus tersebut bermula saat Andi Hadi Ibrahim Baso bersama dengan keluarga pasien datang untuk mengambil pasien Almarhum Chaidir Rasyid dan meminta tidak dilakukan Protokol Covid, Namun, pihak RSUD Daya melarang dan berusaha menyampaikan edukasinya, namun diabaikan oleh Andi Hadi Ibrahim Baso,”urainya.

“Beliau mengatakan telah ada komunikasi dengan Direktur RSUD Daya Makassar Dr. Ardin Sani, M.Kes yang mengijinkan untuk membawa jenasah pasien tersebut,”sambungannya.

“Direktur RSUD Daya sudah menjelaskan bahwa pasien ini Covid 19, dan rawan menyebarkan penyakit jadi harus dikebumikan dengan protokol Covid-19, namun Hadi memaksa dan mengancam mengatakan bahwa massa susah di bendung dan akan menuntut RSUD Daya,”tutupnya.

Konten Bersponsor

Mungkin Anda Suka

Viral Cuitan Wanita Mengaku Gagal Lolos Akpol Gegara Dituding Positif Covid-19

Waspada Sindikat Penipu Oknum WNA Iran, Berikut Cara dan Modus Pelaku

Komentar

Laporkan Tulisan

Kami akan menggunakan masukan Anda untuk mempelajari ketika sesuatu tidak benar