Kuasa Hukum Korban Kasus Binomo: Akan Melakukan Aksi Demo

Terkini.id, JakartaKasus Binomo Indra Kenz dkk hingga saat ini masih diteliti oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Agung (Kejagung). Kuasa hukum korban sebut akan melakukan aksi demo, Jumat 17 Juni 2022.

Kuasa hukum korban Binomo, Finsensius Mendorfa, dalam keterangan tertulis mengatakan bahwa sampai sekarang belum ada kepastian P21 oleh JPU.

“Korban selama ini menunggu kepastian berkas perkara dinyatakan lengkap (P21) oleh jaksa penuntut umum (JPU) di Kejaksaan Agung. Namun sampai sekarang belum ada kepastian P21 oleh JPU,” ucap Finsensius Mendorfa pada keterangan tertulis, Jumat 17 Juni 2022.

Baca Juga: Kasus Puskesmas Batua, Nilai Kerugian Negara pada Tuntutan JPU Balikkan...

Ia mengatakan jika Binary Option bebas maka penegakan hukum di Indonesia terbilang buruk.

“Apabila tersangka Binary Option ini bebas maka ini preseden buruk bagi penegakan hukum di Indonesia apalagi kejahatan digital ini adalah musuh bersama kita,” katanya.

Baca Juga: Sosok Ini Usulkan Anggaran KPK Dialihkan ke Kejagung

“Jaksa Penuntut Umum Kami berharap bekerja bersama-sama dengan para korban dan penyidik untuk memberantas kejahatan digital ini, apabila ada yang perlu dilengkapi berkas maka korban siap memberikan data atau dokumen pendukung,” lanjutnya.

“Kami percaya Kejaksaan Agung berada pada pihak korban dan bekerja secara profesional. Korban mendorong supaya segera P21 sebelum masa tahanan habis tanggal 24 Juni 2022,” tambahnya seperti yang dilansir dari detiknews pada Jumat 17 Juni 2022.

“Korban juga dalam waktu dekat akan melakukan aksi demo di Kejaksaan Agung untuk mendesak segera berkas perkara dinyatakan lengkap (P21) oleh jaksa penuntut umum,” tegasnya.

Baca Juga: Sosok Ini Usulkan Anggaran KPK Dialihkan ke Kejagung

Diketahui, Kejaksaan Agung (Kejagung) mengatakan sebelumnya bahwa berkas perkara Doni Salmanan dan Indra Kenz belum lengkap, maka dikembalikan ke kepolisian untuk dilengkapi.

“Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Umum (Jampidum) melalui Pusat Penerangan Hukum Kejaksaan Agung menyampaikan penanganan 9 perkara tindak pidana investasi robot trading tahun 2022 yang menarik perhatian masyarakat banyak sehingga menjadi prioritas untuk ditangani dengan proses yang cepat,” ujar Kapuspenkum Kejagung Ketut Sumedana pada keterangan tertulis, Senin 13 Juni 2022.

Kejagung merinci bahwa dari sembilan perkara kasus investasi robot trading tersebut, ada lima berkas perkara masih pada tahap penelitian, selebihnya perkara lainnya masih pada tahap koordinasi disebabkan kejaksaan baru mendapat SPDP.

Inilah lima perkara yang telah masuk pada tahap penelitian berkas, yakni:

1. Terlapor IK (Indra Kenz) yang terjerat kasus judi online atau penyebaran berita bohong atau hoax atau penipuan melalui YouTube, Instagram, dan Telegram menawarkan keuntungan melalui aplikasi Binomo Option yang merugikan masyarakat. (Tahap P.19).

2. Terlapor DS (Doni Salmanan) sekitar bulan Maret 2021 melakukan promosi melalui akun Youtube dengan menawarkan keuntungan melalui aplikasi trading Quotex (Binary Option) hingga merugikan banyak korban. (Tahap P.19).

3. PT FAP dengan HS sebagai terlapor menawarkan aplikasi robot trading yang menawarkan investasi pada aset perdagangan berjangka dan aset kripto. (Tahap P.19).

4. PT TGK sekitar tahun 2020 s/d 2022 dilaporkan adanya tindak pidana pencucian uang (TPPU) dan terindikasi menjalankan investasi bodong yang berkedok skema Ponzi. (Tahap P.19).

5. PT DPA sekitar tanggal 28 Februari 2022 diduga melakukan robot trading yang tidak memiliki izin. (Tahap P.19).

Bagikan