Kasus Covid-19 Tembus 100, Dewan Minta Pemkot Makassar Pastikan Klaster Apartemen Terkendali

Terkini.id, Makassar – Kasus Covid-19 bagi pekerja apartemen di Jalan Sudirman tembus 100 orang. Saat ini, mereka dirawat di 6 tempat yang berbeda.

Ketua Komisi D Bidang Kesejahteraan Rakyat DPRD Kota Makasaar Abdul Wahab Tahir mendesak seluruh pihak bergerak, utamanya Satgas yang telah dibentuk untuk memastikan klaster apartemen terkendali. 

Terlebih, ada kekhawatiran kasus tersebut merupakan Covid-19 varian baru.

Baca Juga: Antisipasi Varian Baru Covid Masuk Ke Makassar, Ini Yang Akan...

“Ini perlu diisolir penyebarannya, kepada Master Covid-19 dan Hunter Covid-19 lakukan pengawasan ketat. Kita berharap mereka ini bisa maksimal bekerja,” kata Wahab, Kamis, 10 Juni 2021.

Selain itu, Wahab meminta pemerintah kota melakukan pelacakan di bandara. Pasalnya beberapa pekerja dilaporkan merupakan pekerja luar daerah yang dicurigai sempat berinteraksi di pintu masuk bandara.

Baca Juga: Bupati Wajo Minta Masyarakat Tidak Abaikan Protokol Kesehatan

“Jadi Pemkot ini perlu lakukan tracing itu semua yang satu pesawat. Itumi yang dimaksud Covid Hunter itu 3 tes, tracking, testing dan treatment,” ungkapnya.

Wahab menilai salah satu penyebab kasus Covid-19 melonjak dan sulit terkendali lantaran lambatnya pemerintah dalam memberikan penanganan.

“Penyebab kasus melonjak itu adalah akibat lambatnya kita melakukan penanganan, sudah banyak baru ditangani,” tegas Legislator Golkar tersebut.

Baca Juga: Tok! DPRD Makassar Sahkan Perubahan Status PD Parkir Jadi Perumda...

Wahab pun mengimbau seluruh masyarakat untuk tetap menjaga protokol kesehatan, selalu menggunakan masker saat beraktivitas, rajin mencuci tangan dan menjaga jarak.

Sementara, Master Ujung Pandang Andi Pattiware mengatakan 100 kasus Covid-19 bagi pekerja apartemen merujuk pada hasil tes usap terhadap 243 pekerja pada Senin, 7 Juni 2021 lalu.

“Sudah 100 pas cuman yang pertama kali itu masuk namanya sudah ada 11 yang negatif,” kata Andi Pattiware.

Saat ini, tersisa 89 pekerja yang membutuhkan perawatan. Pattiware mengatakan data pekerja yang positif tersebar di 6 tempat, yaitu RS Pelamonia sebanyak 45 orang, Balai Paru  35 orang, RS Siloam 1 orang, RS Bhayangkara 1 orang, Kos Batu Putih 1 orang, serta 17 di Mes Batu Putih.

Pihaknya juga telah melakukan audiensi dengan perusahaan untuk memastikan 17 orang di mes tersebut ditangani di fasilitas khusus dan dipisahkan dengan pekerja lain.

“Kami harapkan sama perusahaan yang positif ini dipisah sama kelompoknya.Tadi malam Satgas Raika sudah cek,” jelasnya.

Sementara itu, Plt Kepala Pemadam Kebakaran Kota Makassar Hasanuddin mengatakan penyemprotan pada apartemen tersebut.

“Untuk dalam ruangannya, termasuk gedung itu memang dari Damkar, termasuk di Mesnya itu,” jelasnya.

Selain itu, Hasanuddin mengatakan juga telah berkoordinasi bersama Master Ujung Pandang  dengan BPBD untuk penyemprotan 5 titik mes pekerja.

“Kita pakai semprotan yang digendong itu, damkar dan BPBD sudah turun lakukan penyemprotan secara keseluruhan,” ucapnya.

Sebelumnya, Epidiomologi Unhas Ridwan Aminuddin memperingatkan pemerintah kota mewaspadai adanya potensi varian baru. Terlebih peningkatan kasus Covid-19 saat ini cukup signifikan.

Ridwan juga minta agar dilakukan evaluasi dan screening di bandara. Pasalnya bandara hingga saat ini masih luput dari pemeriksaan. 

“Jangan sampai beberapa orang di pesawat yang sama atau pun orang yang berinteraksi dengan suspek telah terpapar,” ungkapnya.

Bagikan