Terkini.id, Jakarta – Jangan salah! ini pengertian pandemi, epidemi dan endemi. Masih menyoal pandemi virus corona atau Covid-19, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Pandjaitan dalam keterangan resminya hari ini, Jumat 10 September 2021, mengungkapkan jika pemulihan ekonomi bergantung pada keberhasilan penanganan pandemi Covid-19.
Menurut Luhut, semakin cepat pemerintah bersama masyarakat menanggulangi pandemi yang sudah hampir merundung selama dua tahun, maka daya saing dan daya tarik investasi Indonesia akan semakin meningkat.
Dalam keterangan tertulisnya pula, ia menyebutkan pasca pandemi Indonesia bakal dihadapkan pada berbagai perubahan termasuk geopolitik. Untuk itu, strategi investasi harus mampu mendukung industri dalam menghadapi tantangan masa depan.
“Struktur perekonomian harus didesain menjadi lebih tahan krisis dan berkelanjutan. Hal itu diupayakan misalnya melalui hilirasi sumber daya alam (SDA), ekonomi hijau, industri kesehatan, serta pariwisata dan ekonomi kreatif,” paparnya.
Terkait kabar status pandemi Covid-19 bakal menjadi endemi, Luhut juga buka suara. Ia menyebut, Covid-19 akan terus ada di tengah masyarakat dan menjadi endemi.
- Meski Indonesia Memasuki Masa Endemi Covid-19, Masker Tetap Wajib Digunakan Bagi Warga dengan Kriteria Ini
- Lewat Ramadan Runway 2022, APPMI Optimis Industri Fesyen dan UMKM Tumbuh di Masa Transisi Endemi
- Covid-19 Masih Tinggi, IDI Makassar: Peralihan ke Fase Endemi Butuh Persiapan Matang
- Soal Covid-19 Jadi Endemi, Luhut: Prediksi Kasus Harian Sekitar 3.000-7.000
- Pemerintah Rencana Ubah Status Pandemi Jadi Endemi Corona, Ini Alasannya!
Ia memprediksi, kasus konfirmasi per hari berkisar pada single digit tiga ribu hingga tujuh ribu kasus. Pasalnya, imbuh Luhut, sampai saat ini belum ada vaksin yang efektivitas atau efikasinya 100 persen.
Terlepas dari apa yang diungkapkan Luhut, hingga saat ini pandemi Covid-19 masih menyelimuti Indonesia.
Padahal, kasus penularan perdana Covid-19 terjadi di Wuhan, Provinsi Hubei, China pada 2019 sudah berlangsung agak lama, lantas kenapa Covid-19 dikatakan pandemi? Apa yang membedakan antara pandemi, epidemi, dan pandemi sendiri?
Sekadar diketahui, pada penyebaran suatu penyakit ada beberapa tingkatan yang terjadi. Penyakit endemi berkembang menjadi epidemi. Jika penyebarannya meluas hingga seluruh dunia, maka itu disebut pandemi.
World Health Organization (WHO) memutuskan Covid-19 sebagai pandemi global pada 11 Maret 2020. Kendati demikian, berjalan satu tahun penyebaran Covid-19 masih belum berhenti. Pernyataan terbaru dari WHO, Covid-19 sebagai penyakit endemi. Oleh karena itu, penyakit ini akan terus ada dan tidak sepenuhnya hilang.
Pengertian pandemi
Pandemi adalah wabah penyakit yang terjadi serempak di mana-mana, meliputi daerah geografis yang luas baik seluruh negara bahkan benua. Artinya, penyakit ini sudah menjadi masalah bersama bagi seluruh warga dunia.
Contoh penyakit pandemi adalah HIV/AIDS dan Covid-19. Influenza juga dulu pernah menjadi penyakit kategori pandemi dan menyebar seluruh dunia.
Pengertian endemi
Endemi adalah penyakit yang muncul dan menjadi karakteristik di wilayah tertentu, misalnya penyakit malaria di Papua. Contoh penyakit lainnya di Indonesia yaitu demam berdarah dengue (DBD). Penyakit ini akan selalu ada di daerah tersebut, namun dengan frekuensi atau jumlah kasus yang rendah.
Pengertian epidemi
Epidemi terjadi ketika suatu penyakit telah menyebar dengan cepat ke wilayah atau negara tertentu dan mulai mempengaruhi populasi penduduk di wilayah atau negara tersebut.
Contoh penyakitnya adalah virus ebola di Republik Demokratik Kongo (DRC) pada 2019, flu burung (H5N1) di Indonesia pada 2012, Severe Acute Respiratory Syndrome (SARS) pada 2003, dan penyakit ebola di beberapa negara Afrika lainnya.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
