Kasus Harian Corona Turun Drastis, IDI Sarankan Nakes untuk Istirahat

Terkini.id, Jakarta – Tepat setahun pandemi Covid-19 atau Corona telah melanda Indonesia. Seperti yang diketahui bahwa kasus Corona di Indonesia pertama jatuh pada tanggal 2 Maret 2020 lalu.

Kabar baik yang diterima dari Ikatan Dokter Indonesia adalah beban tenaga kesehatan saat ini mulai menurun.

Hal ini dilihat dari adanya penurunan BOR (Bed Occupation Rate) rumah sakit.

Baca Juga: Pengusaha NG Swi Piu dan Pengacara Iskandar Nawing Ikut Berkontribusi...

Hal ini disampaikan oleh Ketua Tim Mitigasi PB IDI dr Adib Khumaidi, SpOT, dalam diskusi virtual yang dilaksanakan pada Senin 1 Maret 2021.

“Beban kerja karena okupansi turun beban mulai turun. Saat ini ada waktu, bukan berarti abai tapi ada waktu relaksasi,” ujar Adib, dikutip dari Kumparan.

Baca Juga: Meski Masih Pandemi Covid-19, DPR Harap Seluruh Sekolah Buka di...

Ia juga menyarankan kepada tenaga kesehatan untuk beristirahat.

“Kita mulai mengatur kondisi fisik dan istirahat,” saran Adib.

Adib juga memperingatkan bahwa hal ini tidak berarti tenaga kesehatan bisa berleha-leha.

Baca Juga: Daripada Fokus Perbaikan Ekonomi, Tim Pakar Satgas Covid-19 Minta Pemerintah...

Ia menyarankan hal ini agar mental dari setiap tenaga kesehatan siap jika kasus meningkat.

“Ini kaitannya bukan tunda, relaksasi persiapan jika ada fluktuasi naik lagi, ini upaya menjaga ketahanan mental nakes,” jelasnya.

Lain halnya dengan apa yang disampaikan oleh Epidemiolog dari Griffith University, Dicky Budiman perihal menurunnya kasus Corona di Indonesia.

“Sudah sangat jelas ini bukan tanda penurunan, yang menurun testingnya, dan jangan melihat satu performa pengendalian pandemi ini harus komprehensif, melihat dan melihat post effect dan logic program,” Dicky.

Ia juga mengatakan bahwa hal ini bukan menjadi indikator atau pertanda bahwa kasus Corona di Indonesia mulai menurun.

Dilansir dari Suaradotcom, jumlah kasus harian Covid-19 di Indonesia menurun secara drastis.

Dilihat pada kasus yang tercatat di 28 Februari 2021 hanya mencatat 5.560 orang yang terinfeksi dari total spesimen yang diperiksa 35.434, dan positivity rate sekitar 18 persen.

Jumlah ini sangat jauh dan turun drastis dari paling tidak 22 Februari 2021 dengan jumlah kasus harian 10.180.

“Kita bisa terakhir yang bisa keluar dari krisis Covid-19, walaupun awal tahun depan atau akhir tahun WHO mencabut status pandemi tidak serta merta semua negara keluar dari situasi krisis,” tutur Dicky.

Dicky juga mengatakan bahwa jika pengoptimalan 3T tidak berjalan dengan baik, maka hal tersebut menjadi buruk bagi negara Indonesia.

“Karena bisa jadi sedang mengalami situasi yang paling buruk dan itu bisa dialami Indonesia kalau tidak memperbaiki 3T, kalau 3T tidak memadai optimal akan terpuruk,” kata dia.

Sponsored by adnow
Bagikan