Terkini.id, Makassar – Ketua RT 01, RW 02, Kelurahan Karuwisi Utara, Kota Makassar, Suriana diminta berhenti dari jabatannya lantaran dinilai arogan, suka mengancam, dan mengedapankan emosi, serta kurang pengertian.
Surat mosi tidak percaya itu diinisiasi oleh iparnya sendiri, Abdul Rajab alias Sulli, lalu diedarkan kepada warga untuk dimintai tanda tangan. Permasalahan tersebut ditengarai bermula dari masalah keluarga.
Warkat tersebut dibuat pada 1 Mei 2024 lalu dan diteken 41 warga setempat. Suriana belakangan baru tahu ada ‘surat kaleng’ tersebut yang beredar.

Ia pun meminta konfirmasi langsung ke Lurah Karuwisi terkait isi surat tersebut. Ia juga meminta dipanggil dan dimediasi secara langsung. Hanya saja, lurah setempat, Ade Reyhan, kata Suriana, menenangkan dirinya
“Jangan maki lihat isi suratnya. Tidak apa-apaji ini,” ujar Suriana menirukan perkataan Ade, Senin, 3 Juni 2024 saat dimintai konfirmasi dari Terkini.
- Wawali Aliyah Mustika Ilham Pimpin Persiapan Lomba Kelurahan 2026, Makassar Bidik Juara Nasional
- Dispar Makassar, APPBI dan IMA Siapkan Makassar Great Sale 2026 untuk Dongkrak Ekonomi Daerah
- Bersama Istri, Wabup Gowa Hadiri HUT Kiwal Garuda Hitam dan Titip Pesan Persatuan
- OJK Sulselbar Perkuat Akses Keuangan Nelayan dan UMKM Pesisir di Mamuju Tengah
- Pemkot Makassar Ganjar Juara O2SN 2026 dengan Beasiswa, SMPN 18 Raih Juara Umum
Ia juga menghubungi RW setempat lantaran ada pertemuan dengan LPM dan warga setempat, dan iparnya sendiri, namun tak melibatkan Suriana. Ia menyebut ada semacam persekongkolan untuk mengganti dirinya secara diam-diam.
Suriana juga menghubungi Binmas agar mendapat jalan keluar dari permasalahan tersebut. Ia lantas diarahkan melapor ke Polsek. Kapolsek lalu mengarahkan untuk bertemu dengan pimpinan Binmas.
Awal Mula Kasus
Permasalahan tersebut ditengarai masalah keluarga antara Suriana dengan sepupunya yang baru-baru meninggal. Ia tinggal bersebelahan rumah dengan satu tembok. Anak dari sepupunya datang ke Suriana minta surat pengantar untuk warisan. Suriana lantas menolak lantaran harus dibicarakan terlebih dulu dengan keluarga.
“Saya tidak mau kasih surat pengantar Nak, karena ada masalahku dengan mamamu belum selesai. Ini uangku Rp175 juta belum dikasih uang pembayaran tower,” ucapnya.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
