Terkini.id. Jakarta – Pegiat media sosial, Denny Siregar (DS) menanggapi soal kasusnya mengenai “santri calon teroris” yang kembali ramai dibicarakan hingga trending di Twitter.
Denny Siregar menyindir bahwa kepolisian bekerja berdasarkan bukti hukum, bukan bukti trending.
“Dikira trending itu sama dengan bukti hukum gitu?” kata Denny Siregar melalui akun Twitter pribadinya pada Selasa, 4 Januari 2021.
Host Cokro TV ini meyinggung bahwa kadus hukum harus memiliki alat bukti yang jelas.
Menurutnya, dijadikan trending hanyalah cara untuk memaksakan aparat agar bertindak sesuau kemauan yang membuat trending.
- Program Hafalan Juz 30 Pemprov Sulsel Dapat Kritik Denny Siregar: Diketawain Sama China
- Denny Siregar Prediksi Prabowo Subianto Akan Gandeng Gibran Rakabuming Sebagai Cawapres
- Polisi Tak Temukan Proyektil Penembakan Bahar Smith, Denny Siregar: Drama Zonk
- Prediksi Denny Siregar: Pilpres 2024 Hanya Ganjar Vs Prabowo, Anies Makin Lemah
- Denny Siregar: Mau Ibadah Natal Aja Susah, Nabi Pasti Nangis!
Ia menilai bahwa cara ini sama dengan demonstrasi ramai-ramai untuk melakukan intimidasi
“Aparat bekerja berdasarkan bukti hukum, bukan bukti trending,” kata Denny Siregar.
Diketahui, nama Denny Siregar kini memang trending di Twitter menyusul ditetapkannya penceramah, Bahar bin Smith sebagai tersangka penyebaran berita bohong.
Ditelusuri Terkini.id, beberapa netizen memprotes bahwa kasus Denny Siregar belum mengalami perkembangan meski telah lama dilaporkan.
Sementara, kasus Bahar bin Smith dinilai sangat cepat diproses dari status sebagai terlapor hingga naik menjadi tersangka.
Adapun Denny Siregar dilaporkan ke Polres Tasikmalaya atas dugaan tindak pidana penghinaan, pencemaran nama baik, dan perbuatan tidak menyenangkan penggunaan foto tanpa izin pada tahun 2020.
Ia dilaporkan atas unggahan di akun Facebook pribadinya pada 27 Juni 2020 berupa tulisan panjang berjudul “Adek2ku Calon Teroris yg Abang Sayang”.
Forum Mujahid Tasikmalaya selaku pelapor mempermasalahkan foto santri cilik Pondok Pesantren Tahfidz Daarul Ilmi, Tasikmalaya, yang ada dalam unggahan Denny Siregar tersebut.
Terkait pelaporan tersebut, Denny Siregar menyatakan bahwa dirinya tidak melakukan penghinaan.
Host 2045 TV ini mengaku bahwa foto santri yang ia gunakan tersebut hanyalah ilustrasi.
“Nggak ada penghinaan. Di tulisan, saya sudah memberikan keterangan: Foto hanya ilustrasi. Saya juga tidak spesifik menyebut itu santri dari mana,” katanya pada 2 Juli 2020, dilansir dari Detik News.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
