Terkini, Makassar — Himpunan Mahasiswa Islam (HMI MPO) Cabang Makassar bersama Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Makassar Timur akan sambangi Pulau Sangkarrang untuk mengawal gerakan penolakan tambang pasir yang terjadi di Sangkarrang. Jumat, 3 Juli 2020.
Ketua HMI MPO Cabang Makassar, Faikar menyebut, gerakan penolakan pengerukan pasir untuk keperluan reklamasi itu harus didukung dan dikawal. Sebab, tambang pasir laut dan reklamasi pesisir Makassar ini merupakan sumber bencana sosio-ekologis di pesisir dan laut Sulawesi Selatan.
Faikar menyebut, berdasar informasi dan kajian HMI Cabang Makassar, PT Boskalis asal Belanda sebagai kontraktor tambang pasir laut merupakan aktor salah satu utama bisnis dekstruktif ini.
“Insha Allah kita akan berkunjung ke Pulau Sangkarrang Sabtu besok bersama beberapa teman pemuda untuk bertemu masyarakat dan melihat langsung lokasi penambangan yang dilakukan PT Boskalis,” kata Faikar.
Ketua Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kecamatan Sangkarrang juga menyesalkan aktivitas tambang tersebut.
- PDAM Makassar Lakukan Pekerjaan Darurat Kebocoran Pipa, Sejumlah Titik Terdampak
- Resmikan Kelenteng Ji Li Gong, Wali Kota Makassar Dorong Kerukunan dan Pembinaan Karakter
- Kabur ke Sulawesi Tengah, Terduga Pelaku Pembunuhan di Sapanang Diringkus Tim Pegasus Polres Jeneponto
- Di Seminar Kebangsaan, Wawali Makassar Aliyah Usulkan BAM Diterapkan di Tingkat Daerah
- Cathlyn dan Meivy Terima Beasiswa Kuliah ke Tiongkok, INTI Tanggung Biaya Pendidikan dan Hidup
Menurutnya, pulau yang memiliki pemandangan yang indah seharusnya dikembangkan menjadi kawasan pariwisata, bukan malah dijadikan kawasan tambang pasir laut.
“Tidak itu saja, jika hal ini tidak cepat dicegah tidak menutup kemungkinan akan berimbas kepada masyarakat yang ada disekitar pulau, seperti abrasi,” tandasnya.
Muslim Haq. M. Ketua Umum IMM Makassar Timur sangat menyayangkan adanya aksi penambangan pasir di kawasan Pulau Sangkarrang.
“Sebab hal tersebut mengancam mata pencaharian para warga setempat sebagai nelayan. Selain itu, ekosistem laut pun ikut terancam sehingga dikhawatirkan akan muncul masalah baru jika tambang tersebut tetap dilanjutkan. Karena itu, operasi tambang ini harus dihentikan sebagai solusi terbaik dari permasalahan ini,” tegas Muslim Haq.
“Kemudian kami juga meminta kepada semua pihak baik unsur pemerintahan maupun non pemerintahan untuk terlibat dan mengambil peran masing-masing dalam menolak aksi tambang pasir ini,” pungkasnya.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
