Proses Kilat Habib Bahar Beda dengan Abu Janda, HMI MPO: Hei Penguasa Negeri Ketahuilah, Rakyat Tidak Bodoh

Terkini.id, Jakarta – Belum lama ini, Habib Bahar bin Smith kembali menjalani penahanan usai ditetapkan sebagai tersangka oleh penyidik Polda Jabar.

Usai dilaporkan ke Polda Metro Jaya pada 17 Desember 2021 lalu, Habib Bahar  menjalani pemeriksaan, Senin, 3 Januari usai dilimpahkan kasusnya ke Polda Jabar.

Saat itu juga Habib Bahar ditetapkan sebagai tersangka penyebaran kabar bohong saat berceramah di Margaasih Kabupaten Bandung.

Baca Juga: Polisi Pastikan Tak Ada Perlakuan Khusus Terhadap Roy Suryo

Hal tersebut pula ditanggapi oleh Ketua Umum PB HMI MPO, Affandi Ismail yang menilai Polisi yang bekerja sangat cepat merespons kasus Habib Bahar dinilai berbanding terbalik saat merespons kasus yang membelit Heddy Setya Permadi, alias Permadi Arya atau Abu Janda.

Menurutnya, kondisi tersebut sangat membuat miris bagi negara yang katanya menjunjung demokrasi.

Baca Juga: Habib Bahar Semprot Ferdy Sambo: Menutupi Kasus KM 50, Allah...

“Semakin miris melihat nasib demokrasi di Indonesia saat ini. Katanya kebebasan berpendapat tapi jika bertentangan dengan selera penguasa maka hukum dijadikan sebagai alat penggebuk dan pembungkam. Sungguh kasihan nasib demokrasi Indonesia saat ini,” ujar Affandi.

Dengan begitu, ia menyatakan, demokrasi di Indonesia sangat memprihatinkan. Dilansir dari Galamedia. Kamis, 6 Januari 2022.

Seharusnya, lanjut dia, warga negara sama di hadapan hukum dan tidak tebang pilih dalam penegakan hukum.

Baca Juga: Habib Bahar Semprot Ferdy Sambo: Menutupi Kasus KM 50, Allah...

Namun yang terlihat justru kepolisian terkesan lambat menanggapi laporan terhadap buzzerRp, atau mereka yang mendukung pemerintah.

“Faktanya masih banyak para buzzerRp Istana yang masih bebas berkeliaran, menista agama dan menebar kebencian kepada sesama rakyat Indonesia,” kata dia.

“Sedangkan di sisi yang lain ada yang buru-buru ditahan dengan alasan menyebarkan hoax, kebencian dan lain-lain,” lanjut dia.

“Hei penguasa negeri ketahuilah bahwa rakyat tidak bodoh kita semua paham kepada siapa aparat penegak hukum hari ini berpihak. Ini bukan soal suka atau tidak suka kepada penguasa, tapi ini soal keadilan,” tegasnya.

Ia juga menilai ada perbedaan perlakuan dalam penanganan hukum antara Habib Bahar dan Abu Janda.

 “Apa bedanya Abu Janda dan Habib Bahar Bin Smith di hadapan hukum? Benar-benar tidak adil,” tegasnya.

Affandi juga mendesak kepada Polri agar dalam menjalankan tugas, harus bertindak adil dalam penegakan hukum. Kecuali mereka siap untuk diadili oleh Tuhan atas ketidakadilan yang dilakukan.

“Polri harus adil, sebab kalau kalian tidak adil maka Tuhan akan mengadili kalian karena Tuhan bukan orang. Maka pasti Dia akan mengadili kalian seadil-adilnya kalau tidak di dunia, tunggu di akhirat,” tuturnya.

Bagikan